Jumat, Februari 23, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Proyek Siluman Asal Jadi di Ruas Jalur Provinsi DIY

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

Tanjungsari (Fakta9.com)_ _//- Cerita di penghujung akhir tahun 2023, tampak paket pekerjaan proyek pembangunan talud yang berlokasi di Jalan Baron, Kalurahan Kemiri, Tanjungsari, Gunungkidul terkesan dikerjakan asal-asalan dengan proses cepat karena desakan waktu.

Proses cepat dan terkesan terburu-buru dapat dipastikan akan membuahkan hasil yang tidak sempurna. Tentu saja hal ini menimbulkan nilai estetika yang tidak menarik untuk dilihat.


Baca Juga : Belum Sempat Jual Pajero Sport, Komplotan Pencuri Digulung Polisi


Dilokasi proyek yang dibiayai menggunakan anggaran pemerintah tersebut tampak tumpukan batu yang tersusun untuk pengerjaan talud ini juga memanfaatkan dan menyulap limbah batu dari talud yang lama untuk di gunakan kembali.

Hal itu diakui oleh Supri yang merupakan salah satu pekerja dalam proyek di ruas jalan Provinsi tersebut.

“Kalau kurang ya kita pakai batu bekas ini mas.” Ucapnya Senin (11/12/2023) siang.

Bahkan, di sepanjang lokasi pekerjaan pun juga tidak ditemukan adanya papan informasi mengenai proyek sehingga dapat di konotasikan sebagai proyek siluman.

Karena Papan nama proyek menjadi penting sebagai sarana masyarakat mengetahui jenis kegiatan, besarnya anggaran, dan asal usul anggaran (APBD/APBN), nama kontraktor, tenggat waktu pelaksanaan kegiatan, dan perawatan.

Hal itupun juga telah diatur dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, bahwa setiap bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.

“Soal itu (papan nama proyek), kami benar tidak tahu.” Imbuhnya.

Baca Juga : Kalahkan 4 Kandidat, Nada Kurnia Sandi Lolos Dalam Ujian Pamong Kalurahan Siraman


Para pekerja proyek pun ketika disinggung mengenai kontraktor yang bertanggung jawab terkait pekerjaan tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti.

Mereka berdalih, ditempat itu hanya sebagai pekerja yang dibayar untuk menjadi tukang dalam pekerjaan tersebut.

“Saya hanya pekerja, kayaknya pemborongnya Bejo Lumintu.” Tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak DPU Provinsi DIY pun belum bisa terkonfirmasi.


 

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA