Rabu, Mei 29, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Aksi Kericuhan Kelompok Pelajar Pecah di Kota Yogyakarta

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

YOGYAKARTA, DIY (FAKTA9.COM)__//–Aksi tawuran antar kelompok pelajar pecah di tepat di depan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, jalan Pramuka, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY, Senin (13/05/2024) sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi.

Video aksi tersebut sempat viral diberbagai platform media sosial. Bahkan didalam rekaman video yang beredar, salah satu pelajar ada nyemplung di kali untuk menyelamatkan diri dari serangan kelompok pelajar yang lain.


Baca juga: Warga Playen Meninggal Dunia Saat Menebang Pohon Jati


Kapolresta Jogja, Kombes Aditya Surya Dharma menyebut setelah dilakukan pemeriksaan dari sejumlah pelajar oleh Polisi, aksi yang terjadi merupakan provokasi sepihak salah satu kelompok pelajar.

Sebelum terjadi kericuhan, salah satu kelompok pelajar yang tengah melakukan konvoi kelulusan berhenti di salah satu sekolah di sekitar kejadian.
Mereka kemudian melakukan pengrusakan pagar sekolah SMK Muhammadiyah 3 hingga melakuka pelemparan dengan menggunakan petasan.

Tindakan kelompok pelajar itu bertujuan untuk memprovokasi pelajar sekolah tersebut untuk melakukan aksi serupa (aksi balasan).

“Belum terjadi aksi tawuran. Kalau kami sih belum menyebut tawuran hanya aksi provokasi.” Ujarnya

Berdasar hasil pemeriksaan awal dari sejumlah pelajar yang berhasil diamankan, jika aksi kericuhan tersebut sudah direncanakan oleh kelompok pelajar pelaku provokasi.

Melalui pesan berantai aplikasi WhatsApp, pelajar salah satu sekolah setingkat SMA di kota Yogyakarta menyebarkan pesan ajakan untuk melakukan konvoi perayaan kelulusan kelas XII.

“Sementara pengakuan tadi adalah ajakan untuk konvoi, tapi masih kita coba lihat di handphone-nya apakah ada ajakan melakukan kericuhan juga,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Aditya jika pihaknya saat ini telah berkomunikasi dengan orang tua para pelajar serta pihak sekolah untuk bersama-sama memberikan pengawasan sehingga kejadian kericuan tidak terulang kembali.


Baca juga : Mantab Maju Pilkada Gunungkidul 2024, Pengusaha Muda Ini Mendaftar Melalui Partai Gerindra


“Ya tentu saja, kita komunikasi dengan sekolah, orang tua maupun kepala lingkungan setempat,” katanya.

Pihak Kepolisian sepanjutnya akan meningkatkan patroli siber untuk mengantisipasi kericuhan serupa di kemudian harinya tidak terulang kembali.

“Kita juga adakan patroli siber maupun secara terbuka untuk mengantisipasi aksi tandingan dari sekolah-sekolah lain,” pungkasnya.

 

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA