Jumat, Oktober 7, 2022
spot_imgspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Pihak Sekolah SMP 4 Negeri Nglipar, Menepis Adanya Oknum Guru Yang Bertindak Arogan

spot_img
spot_img
spot_img

NGLIPAR, (FAKTA9.COM)__//Kabar yang berkembang mengenai sikap arogan salah seorang oknum guru di SMP 4 Negeri Nglipar terhadap salah wartawan ditepis oleh pihak sekolah.

“Kabar yang berkembang itu tidak lah seperti kejadian sebenarnya.” Jelas Kepala sekolah SMP 4 Negeri Nglipar, Sarwoto, Senin (01/08/2022).

Baca Juga : Pulihkan Ekonomi Nasional, Sarana Air Bersih Diserahkan ke Warga Padukuhan Ngalangombo


Menurut Sarwoto, peristiwa bermula pada tanggal 25 Juli 2022, saat ia bersama dewan guru SMP 4 Nglipar sedang melakukan rapat, kemudian datang sekitar empat orang lelaki yang mengaku sebagi wartawan.

“Mereka meminta waktu untuk mengkonfirmasi mengenai adanya proyek bersumber dari DAK yang dilaksanakan di sekolah kami. Tetapi karena sedang ada agenda rapat, maka saya minta waktu 10 menit menyelesaikan rapat dulu,  baru bisa melayani beliau (Wartawan.)”jelasnya

Namun ternyata, kata Sarwoto, jika beberapa orang yang mengaku dari berbagai media itu langsung pergi meninggalkan lokasi sekolah, tanpa komunikasi.

Keesokan harinya pada 26 Juli 2022 dengan menggunakan sebuah mobil, ada beberapa orang datang lagi ke sekolah, tanpa ada komunikasi apapun langsung masuk di halaman SMP 4 Negeri Nglipar yang berlokasi di Sendowo Kidul, Kedungkeris, Nglipar, Gunungkidul dan melakukan foto-foto di lokasi tersebut.

“Keesokan harinya, ada lagi beberpa orang lelaki datang dengan mengendarai mobil langsung masuk halaman sekolah dan melakukan foto-foto, kemudian akan pergi begitu saja.” Ujarnya.

Karana ada orang asing yang masuk ke halaman sekolah dan melakukan foto-foto tanpa ijin, maka salah satu guru yang kebetulan berapa di lokasi menegur orang-orang tersebut.

Oknum guru yang disebut berinisil SGT itu kemudian menanyakan maksud dan tujuan orang-orang tersebut datang tanpa ijin, dan melakukan foto-foto di lingkup sekolah.


Baca juga : Dua Proyek Rumah Sakit Plat Merah Mangkrak, DPUPRKP Gunungkidul: Tahun Ini Pembangunan Tahap II RS Bedoyo


“Kemudian terjadilah adu argumen antara kedua belah pihak. Dan puncaknya muncul pemberitaan jika guru kami bersikap arogan terhadap media.” Kata Sarwoto.

Atas kejadian, pihak sekolah telah melakukan pemanggilan terhadap guru yang terlibat dalam insiden tersebut, serta telah melaporkan masalah itu ke Pimpinan.

“Saya sudah memanggil guru yang bersangkutan, serta telah melaporkan ke Pimpinan. Dan tindak lanjutnya seperti apa, kami serahkan kepada pimpinan.” Pungkasnya.

 

spot_img
spot_img

FAKTA TERBARU

JANGAN LEWATKAN