Minggu, April 14, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Pemerintah Kalurahan Pucung Belum Mangantongi Ijin Pembanguanan Wisata di Lokasi ‘Sultan Ground’

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _//Pemerintah Kalurahan Pucung, Girisubo, Gunungkidul berencana menyulap kawasan tebing Pantai Ngungap, di wilayah Padukuhan Wonontoro untuk dijadikan destinasi wisata.

Meski rencana pengembangan wisata di lokasi tanah milik Kasultanan Yogyakarta (Sultan Ground) itu belum mengantongi ijin dari kantor Panitikismo Kraton Ngayogyakarta, namun pemerintah kalurahan Pucung telah memulai pembangunan.


Baca Juga : Diduga Lantaran Cinta Segitiga, Dua Orang Kepala Keluarga Terlibat Perkelahian Dengan Senjata Tajam


Bahkan, pohon-pohon besar yang sudah berusia puluhan tahun di lokasi tersebut banyak di tebang.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/03/2024) Lurah Pucung, Estu Dwiyono tak menepis kabar tersebut.

Menurutnya pihak Pemerintah Kalurahan telah menggelontorkan anggaran bersumber dari APBKal sebesar RP 71 Juta untuk membangun pagar di tebing pantai Ngungap, serta jogging trek di kawasan tersebut.

“Sudah dibangun pagar di sekitar tebing serta jogging trek wilayah pantai dengan menggunakan anggaran APBKal sebesar Rp 71 Juta.” Jelasnya.

Meski begitu, Estu Dwiyono menampik jika pihaknya (pemerintah Kalurahan Pucung) melakukan penebangan pohon di area Sultan Ground tersebut.

Pihaknya menyebut jika kelompok masyarakat setempat yang melakukan penebangan kayu tanpa ijin. Hal itu dilakukan saat masyarakat membersihkan kawasan Tebing Pantai Ngungap.

“Kami tahunya (pohon) sudah ditebang, dan kayunya ada yang dijual oleh masyarakat.” Ucapnya.

Baca Juga : Keributan di JJLS Bantul, Seorang Remaja Pelaku Pemukulan Diamankan Polisi


Penebangan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat itu, menurut Estu Dwiyanto tidak pernah dikomunikasikan dengan Pemerintah Kalurahan setempat.

“Kami tidak pernah dimintai ijin maupun pertimbangan untuk melakukan penebangan.” Tuturnya.

Paska penebangan pohon yang berumur puluhan tahun di kawasan tersebut, Pemerintah Kalurahan juga langsung melakukan penanaman kembali bibit-bibit pohon perindang di kawasan pantan Ngungap.

Diketahui jika kawasan tebing Pantai Ngungap merupakan tanah Kasultanan Yogyakarta, yang konon dilokasi tersebut adalah habitat Burung Walet.


 

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA