Minggu, Juni 16, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Pedagang Daun Salam Jadi Korban Klitih Saat Berangkat Ke Pasar

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

BANTUL (Fakta9.com)_ _// Miris, aksi kejahatan jalanan kembali terulang. Kali ini aksi klitih menimpa seorang perempuan berinisial SR (56) warga Dusun Putat 2, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk Gunungkidul.

Perempuan pedagang daun salam tersebut menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal saat berangkat ke Pasar Piyungan, pada hari Sabtu (15/1/2023) pukul 03.45 WIB.

Kini, SR harus menjalani perawatan intensif di RSUD Prambanan, lantaran mengalami luka di hidung dan sobek di pipi sebelah kanan sehingga harus mendapatkan 7 jahitan.


Baca juga : Truk Muatan Urug Oleng di Jalan Semanu – Ponjong


Suami korban, Sl (54) mengatakan istrinya ini diserang orang tak dikenal di Jalan Jogja-Wonosari tepatnya di Padukuhan Tambalan, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Bantul.

“Saat itu istri saya hendak berangkat ke Pasar Piyungan untuk menjual daun salam menggunakan sepeda motor sendiri, namun saat dalam perjalanan diserang oleh orang misterius.” Kata Sl, Minggu (16/1/2023).

Sl menceritakan, jika istrinya berangkat ke pasar Piyungan untuk berjualan seperti biasanya.

“Istri saya selalu berangkat dari rumah sekira pukul 03.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor seorang diri menyusuri jalan Jogja-Wonosari.” Ucapnya.

Sesampainya di lokasi kejadian tepatnya di depan Angkringan Bokong Semar, di depannya ada sebuah mobil yang meluncur dari arah yang sama. SR tidak berusaha mendahului mobil tersebut meskipun jalanan masih sepi.

“Di situ kan jalanannya menikung. Habis bokong Semar kalau mendahului itu bahaya.” Terangnya.

Namun saat istrinya mengekor atau mengikuti di belakang mobil, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul sepeda motor yang pengendaranya berboncengan. Pembonceng tersebut langsung menghantam muka SR dengan sangat keras.

Hantaman yang diduga benda tumpul tersebut, menyebabkan kaca helm istrinya pecah. Beruntung korban tidak jatuh dan masih sempat menghentikan motornya di pinggir jalan. Setelah itu korban berteriak-teriak meminta tolong dan pemilik toko kelontong di dekat lokasi kejadian keluar memberikan pertolongan.

“Setelah mendapat hantaman tersebut pelaku melarikan diri ke arah Wonosari dengan kecepatan tinggi.” Ucapnya.

Saat pemilik toko kelontong tersebut memberi pertolongan, tiba-tiba pelaku putar balik ke arah Yogyakarta. Pelaku melintas di dekat korban dengan kecepatan tinggi.

“Itu dua orang. Kata istri saya, pelaku boncengan pakai motor Honda Beat warna putih.” Ujarnya.

Saat itu, Sl mengaku masih di rumah dan ditelepon oleh seseorang yang menolong istrinya menggunakan nomor handphone istrinya. Saat itu penolong mengatakan jika dia diminta menjemput istrinya di Pasar Piyungan karena istrinya diserang orang hingga berlumuran darah.


Baca juga : Tingkatkan Kamtibmas, Anggota Polsek Panggang Laksanakan Patroli Tengah Malam


Mendapat kabar tersebut, suami korban langsung pergi ke Pasar Piyungan seorang diri menggunakan sepeda motor. Namun sesampai pasar Piyungan, dia mendapat kabar jika istrinya ternyata dibawa ke Puskesmas Patuk. Dia pun langsung menuju ke Puskesmas Patuk.

“Ternyata luka istri saya cukup parah dan di Puskesmas alatnya kurang lengkap sehingga dirujuk ke RSUD Prambanan. Sampai sekarang masih Opname, di CTScan belum ada keterangan karena dokternya masuk besok Senin. Tapi saya sudah lapor polisi.” Tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Piyungan, Kompol Soegihartono saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan penganiayaan tersebut. Anggota polisi pun langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan informasi dan keterangan para saksi. Dan sampai saat ini pihaknya belum bisa mendapatkan informasi dari saksi korban karena masih dirawat di RSUD Prambanan.

“Itu murni penganiayaan karena tidak ada barang yang diambil.” Terang Kapolsek.

 

Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA