Jumat, Februari 23, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Logo PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Diganti, Berikut Penjelasannya

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

Gunungkidul (Fakta9.com)_ _// Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tirta handayani melaouncing logo barunya di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul, Rabu (20/12/2023).


Baca Juga : Dua Sepeda Motor Adu Banteng di Jalan Playen – Paliyan, Satu Orang Meninggal Dunia


Direktur PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto memaparkan logo baru didesain untuk mencerminkan nilai-nilai inti perusahaan, sekaligus sebagai bentuk merefleksikan visi dan misi perusahaan untuk menghadirkan pelayanan air berkualitas dan inovatif bagi masyarakat.

“Logo PDAM Tirta Handayani yang baru terbentuk dari 5 elemen utama.” Ucapnya.

Toto menjelaskan, Pada elemen yang pertama terdapat 3 buah elemen Gunung berwarna hijau lambang kemakmuran dan kesejahteraan, merupakan sebuah harapan Gunungkidul menjadi kabupaten dengan wilayah yang subur, makmur, sehat dan sejahtera masyarakatnya.

Pada elemen Kedua terdapat tiga elemen membentuk Riak Air atau Gerakan air mengombak, yang diartikan sebagai sikap kebijaksanaan dan kesetiaan. Tiga elemen air berwarna biru juga mencerminkan bahwa di Gunungkidul terdapat berbagai jenis sumber air yang melimpah. PDAM Tirta Handayani berkeyakinan mampu memanfaatkan secara optimal.

“Pada elemen ketiga diatas elemen gunung dan air terdapat pola lingakaran oval berwarna putih, melambangkan keramahan, kekeluargaan, loyalitas dan kerjasama. Mencerminkan bahwa PDAM Tirta Handayani Gunungkidul adalah perusahaan yang terintegrasi dan bekerja sama untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.” Paparnya.

Baca Juga : Dipicu Masalah Sepele Dua Kelompok Pelajar di Bantul Baku Hantam


Sementara pada elemen keempat terdapat ambigram membentuk pola huruf “GK” diambil dari inisial Gunungkidul, dengan huruf berkakarter tebal merupakan simbol kuat, optimis dan percaya diri.

Terdapat garis lengkung berwarna merah pada huruf G, melambangkan ringan, optimis dan dinamis. Serta huruf K yang menghadap keatas adalah harapan keberhasilan dari kerja dan do’a yang kita panjatkan.

Pada elemen Kelima terdapat tulisan “PDAM Tirta Handayani” menggunakan font sederhana, modern dan tetap elegan. Ketebalan huruf dan berwarna biru memberikan kesan tegas, terpercaya dan profesional.

Dari rangkaian elemen tersebut, terciptanya logo PDAM Tirta Handayani yang baru, dengan nuansa baru, harapan baru, komitmen baru dan semangat baru untuk mewujudkan masyarakat Gunungkidul makmur, sehat dan sejahtera, melalui ketersediaan air bersih yang tercukupi, berkualitas dan berkelanjutan.

“Logo tersebut tidak hanya sebuah lambang, melainkan cerminan dedikasi untuk Kabupaten Gunungkidul, juga menandai perjalanan PDAM Tirta Handayani dalam menciptakan masa depan Gunungkidul yang lebih baik.” Tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mangatakan optimalisasi pengangkatan air bersih pada Tahun 2023 di Gunungkidul mencapai Rp 80 milyar. Pertama optimalisasi seropan dengan anggaran Rp 50 milyar dan Ngobaran Rp 30 milyar.

“Ini masih akan berlanjut Tahun 2024, reservoir Kanigoro akan digelontor Rp 30 milyar dan tahun 2025 pembangunan IKK Tanjungsari Rp120 milyar.” Ucapnya.

Baca Juga : TNI/ Polri Susun Konsep Pengawalan Dan Pendistribusian Logistik Pemilu 2024


Terpisah, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyampaikan bahwa logo baru PDAM tirta handayani ini sesuai dengan identitas visual yang kuat dan relevan dengan visi perusahaan.

Bupati mengatakan, PDAM Tirta Handayani diharapakan menjadi perusahaan daerah yang mampu memahami kebutuhan masyarakat utamanya dalam penanganan air bersih.

“Saat ini sambungan rumah mencapai 89 persen. Proyeksi 2024 akan mampu meningkat hingga 90 persen lebih sesuai dengen standar nasional pemerintah pusat.” Paparnya.

Sunaryanta juga mendorong PDAM Tirta Handayani mulai menggunakan energi baru terbarukan dalam pengelolaan distribusi air. Sehingga pajak yang dikeluarkan PDAM tidak terlalu besar dan akan berdampak pada kesejahteraan pegawai dan masyarakat.

“Hasilnya dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan pegawai. Selain itu biaya yang dikeluarkan masyarakat dapat stabil atau tidak naik.” Imbuhnya. 

 

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA