Senin, April 22, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Guru Bejat Lakukan Pencabulan Terhadap 5 Siswanya

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

Yogyakarta, (FAKTA9.COM)__//Diduga Lakukan pelecehan seksual terhadap 15 muridnya, mantan guru salah satu SD Swasta di Kota Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dijadikan tersangka oleh Polisi.

Mantan guru SD yang melakukan tindakan pencabulan berinisial JL (24) warga Sleman.

Dugaan pencabulan tersebut dilaporkan oleh pihak sekolah ke Polresta Sleman pada 08 Januari 2024 lalu.


Baca juga : Kakek Bejat, Cabuli Bocah Laki-laki Dengan Kayu


Hasil pemeriksaan oleh Polisi, dari 15 siswa yang diduga menjadi korban, hanya lima siswa yang memenuhi unsur pidana. Guru cabul itupun kemudian diamankan di rumahnya pada 13 Januari 2024.

“Terdapat 5 korban yang memenuhi unsur pidana, terdiri dari 4 laki-laki dan 1 perempuan dengan usia 11-12 tahun di wilayah Jogja. ” Ungkap Kapolresta Jogja, Kombes Aditya Surya Dharma dalam konferensi pers di Mapolresta Yogyakarta Senin (15/01/2024).

JL merupakan guru yang mengajar konten kreator, di SD Swasta tersebut. Dan melakukan aksi bejat sejak Agustus 2023 hingga Oktober 2023 saat jam pelajaran.

Kepada para siswa dan siswinya, JL tidak hanya melakukan kekerasan seksual, melainkan juga melakukan kekerasan fisik terhadap para korbannya.


Baca juga : Hasil Temuan Tim Investigasi Dukuh Seneng Lakukan Penyelewengan, Lurah Akan Berikan Sanksi Sesuai Regulasi


Mantan oknum guru pelaku pencabulan dijerat dengan pasal 82 ayat 2 jo pasal 76 e undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang.

“Terhadap tersangka diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” jelasnya.

 

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA