Kamis, Juni 13, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Buntut Dugaan Penggelapan Anggaran Oknum Dukuh, 10 RT Mengundurkan Diri

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

Wonosari (Fakta9.com)_ _// Warga masyarakat Padukuhan Seneng, Kalurahan Siraman, kembali mendatangi Balai Padukuhan Seneng untuk medengar klarifikasi dari Dukuhnya, Minggu (04/02/2024) kemarin.

Tak hanya mendengar klarifikasi, namun para warga juga menuntut mundur Supriyadi sebagai Dukuh Seneng atas tuduhan perselingkuhan, penggelapan Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan pemotongan upah kerja.


Baca Juga : Pasang Umpan, Pemancing Hilang Tersapu Ombak


Dalam keterangannya, Supriyadi mengatakan jika tuduhan mengenai pemotongan upah kerja dan pajak bumi bangunan, dirinya saat ini tengah menunggu audit yang dilakukan oleh pihak Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Gunungkidul.

Langkah tersebut diambil setelah sebelumnya ia melakukan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Kabupaten Gunungkidul yang didalamnya menyatakan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku maka selanjutnya akan menunggu pemeriksaaan (audit) yang dilakukan oleh tim Inspektorat Daerah.

“Jika didalam audit tersebut ditemukan penyimpangan yang menimbulkan kerugian negara, maka saya siap untuk mengembalikannya.” Ucapnya.

Sementara untuk tuduhan melakukan tindakan asusila, Supriyadi berdalih bahwa didalam pemeriksaan yang dilakukan oleh tim investigasi terhadapnya dan salah satu warga yang tertuduh melakukan perselingkuhan tidak ditemukan barang bukti.

“Maka dengan dasar itu, saya dan salah satu warga yang dituduhkan berselingkuh selanjutnya membuat pernyataan bahwa kami memang tidak memiliki hubungan apa – apa.” Tambahnya.

Baca Juga : Nekat Curi Iphone, Seorang Pria Terancam 7 Tahun Penjara


Terpisah, salah satu perwakilan Rukun Tetangga (RT) Padukuhan Seneng dalam pernyataannya mengatakan, dengan indikasi tindakan penyimpangan yang dilakukan oleh Dukuh Supriyadi, dirinya bersama dengan seluruh ketua RT di Padukuhan Seneng menyatakan mundur.

“Meski tuduhan itu diakui atau tidak, maka kami mulai dari RT 01 hingga 10 menyatakan sikap mundur, dan mulai saat ini stempel akan kami kembalikan.” Tegasnya.

 

Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA