Kamis, Juni 13, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Sosialisai Pencegahan TPPO Oleh Dinas Sosial di SMKN 1 Saptosari

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

Saptosari (Fakta9.com)_ _// Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul menggelar sosialisasi Pencegahan Tidak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di SMKN 1 Saptosari. Sekolah yang berada di pesisir selatan ini dinilai memiliki kerentanan terhadap kasus tersebut.


Baca Juga : HUT Kopri Gunungkidul, Empat Cabor Olahraga Resmi Digelar


Sosialisasi dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Gunungkidul, Kapala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gunungkidul, Ratusan Siswa dan Guru SMKN 1 Saptosari.

“Tidak ada kasus human trafiking di Gunungkidul, namun perlu langkah antisipasi.” Kata Asti dalam sambutanya, Senin (20/11/2023).

Asti menjelaskan, Gunungkidul rentan menjadi sasaran masuknya TPPO karena menjadi pusat tujuan wisata di Yogyakarta. Selain itu adanya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang terhubung dengan New Yogyakarta Internasial Airport (NYIA) menjadi kewaspadaan tersendiri.

“Harapan kita para siswa ini akan paham dan bisa bersikap dalam berkomunikasi, berinteraksi sehingga tidak menjadi bagian dalam human trafiking.” Papar Asti.

Kepala Sekolah SMKN 1 Saptosari, Retno Wahyuningsih mengatakan, sosialisasi ini sangat tepat diberikan bagi siswanya, terlebih Siswa SMKN 1 Saptosari kerap melakukan kegiatan hingga keluar wilayah Gunungkidul.

“Contohnya penyelenggaraan PKL, dimana siswa berintraksi dengan orang luar, ini akan menjadi modal untuk mereka agar tidak menjadi sasaran TPPO.” Ujarnya.

Retno menambahkan jika jalur jalan nasional yang melewati wilayah mereka dipastikan akan berdampak besar bagi perkembangan komunikasi anak – anak, sehingga edukasi informasi positif sudah seyogyanya dibangun sejak dini.

“Kami menyambut baik. 1171 siswa kami memang berasal dari pinggiran tapi kami yakin mereka tidak termajinalkan.” Jelasnya.

Baca Juga : Diklat Pelatih Nasional Hapkindo Indonesia Digelar di Gunungkidul


Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan sosialisasi ini sebagai bentuk peran serta pemerintah dalam melindungi masyarakat. Sehinga para siswa mempunyai pemahaman dan literasi yang cukup akan bahaya TPPO tersebut.

“Semakin banyak literasi akan meningkatkan pemahaman masyarakat utama pada para siswa. Mereka mengetahui potensi yang dapat membuat anak-anak dapat terpapar trafficking.” Tambahnya.

Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA