Rabu, Mei 29, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Judi Online Hingga Hutang Menumpuk, Motif Kasus Mutilasi di Sleman

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

Yogyakarta (Fakta9.com)_ _// Polda DIY kembali menyampaikan perkembangan pengungkapan kasus pembunuhan di salah satu penginapan di Kecamatan Pakem, Sleman beberapa waktu yang lalu.

Polda DIY dalam hal ini Ditreskrimum bekerjasama dengan Tim Psikologi Independen telah melakukan pemeriksaan Psikologi terhadap tersangka berinisial HP.


Baca Juga : Terungkap Motif Pelaku Membunuh Dan Memutilasi Perempuan 35 Tahun


Hal tersebut diungkapkan Wadirreskrimum Polda DIY AKBP K. Tri Panungko, S.I.K., M.M. di Lobi Mako Ditreskrimum Polda DIY, pada hari Senin (03/04/2023) siang.

“Tim Psikolog Independen telah melakukan pemeriksaan sejak pukul 09.00 hingga 19.00 WIB di ruang rapat Ditreskrimum Polda DIY pada Selasa, 28 Maret 2023.” Ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa HP memiliki kompetensi dalam memberikan keterangan secara mandiri dan bertanggungjawab.

“Peristiwa pembunuhan yang disahkan tersebut dilakukan atas dasar motif ekonomi, yaitu karena adanya dorongan ekonomi yang dirangsang terus menerus dari aktivitas rutin tersangka dengan bermain judi online dan melihat tayangan YouTube tentang cara melumpuhkan seseorang hingga meninggal.” Paparnya.

Baca Juga : Mayat Perempuan Termutilasi Ditemukan di Dalam Kamar Mandi Penginapan


Lanjut Wadirreskrimum mengungkapkan bahwa HP memilih korban karena karakteristik korban dapat memungkinkan tujuannya tercapai.

“Tersangka HP sebelumnya juga telah mengetahui lokasi tempat kejadian perkara (TKP) karena pernah menginap di lokasi tersebut yang dekat dengan tempat kerjanya.” Terang AKBP Panungko.

Sedangkan korban A dipilih oleh pelaku, karena sebelumnya pernah berinteraksi. Sehingga pelaku tidak kesulitan untuk meminta bertemu dengan korban.

Dari hasil pemeriksaan psikologi juga didapati bahwa tersangka memiliki resiko keberbahayaan dalam mengulangi perilakunya.


 

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA