Kamis, Februari 29, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Hutan Dukung Ketahanan Pangan Serta Geliatkan Ekonomi Lokal

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

KARANGMOJO, (Fakta9.com)__//Kawasan hutan produksi seluas 30 Hektare yang telah ditanami dengan 10.000 pohon nagka serta 2.000 pihon Petai di wilayah Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, diresmikan sebagai Hutan Keistimewaan Nangka oleh  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Mahfud MD, Sabtu (29/01/2022) kemarin.


Baca Juga : Sejumlah Perwira Kodim 0730/Gk di Mutasi.


Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dalam sambutannya menyampaikan jika dipilihnya jenis tanaman Nangka dan Petai dalam agroforestry ini mengingat tanaman jenis ini dapat dimanfaatkan sebagai makanan khas Yogyakarta, yaitu Gudeg. Selain itu, kayu pohon nangka dan Petai sebagai bahan baku pembuatan gamelan atau bahan baku industri mabel guna kebutuhan exspor.

Sehingga, kebutuhan akan jenis tanaman ini semakin meningkat. Pohon Nangka dan Petai, selama ini banyak ditebang tanpa dilakukan penanaman kembali. Sehingga hal tersebut berpotensi menjadikan tanaman ini menjadi langka.

“Kegiatan ini sangat penting sekali, selain sebagai pelestarian tanaman juga sebagai pelestarian budaya. Mengingat bahan baku kuliner khas Yogyakarta juga berasal dari Nangka, dan pembuatan gamelan juga menggunakan kayu Nangka.” Jelasnya.

Sementara, Menkopolhukam RI Mahfud MD, hutan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan di masa depan. Pengelolaan hutan yang mampu mendukung ketahanan pangan juga dapat menggerakan geliat ekonomi lokal.

“Pangan mempunyai peran yang sangat penting, karena menyangkut dimensi politik, ekonomi, sosial dan budaya. Oleh karena itu, kebijakan ketahanan pangan menjadi isu sentral dalam pembangunan serta merupakan fokus utama dalam pembangunan,” ujar Menkopolhukam.

Inisiatif untuk mengembangkan hutan tematik yakni hutan wana boga dengan jenis Nangka ini dinilai sangat strategis dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang mampu mendukung ketahanan pangan khususnya kuliner Yogyakarta yaitu Gudeg. Selain itu, kayu pohon nangka juga diperlukan sebagai bahan baku pembuatan gamelan.

Disampaikan bahwa agroforestry tanaman Nangka ini merupakan angin segar bagi masa depan pangan di Indonesia guna mempersiapkan ketahanan pangan bagi masyarakat.


Baca Juga : GCW Anggap Anggaran Branding Daerah Rp 5 Miliar Tidak Jelas


“Oleh karenanya, Hutan Keistimewaan Nangka ini menjadi hal yang sangat strategis. Karena di samping konteks keistimewaan dan kearifan lokalnya, keberadaanya turut berkontribusi terhadap kelestarian budaya dan lingkungan.” Jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, dan Bupati Gunung Kidul Sunaryanta melakukan penanaman pohon nangka bersama para pejabat yang turut hadir.


Danar_Fakta9.com

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA