Rabu, Mei 29, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Mahasiswa UMY Korban Mutilasi, Disebut Sedang Melakukan Riset

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

YOGYAKARTA,(FAKTA9.COM)__//Terungkap fakta terbaru mengenai kasus pembunuhan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang di mutilasi di Sleman, D.I. Yogyakarta pada 11 Juli 2023 lalu.

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (27/07/2023) jika korban Redho Tri Agustian ternyata sedang melakukan penelitian terkait LGBT.

Hal itu diungkapkan Wakil Rektor V Bidang Kerjasama dan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof Dr Achmad Nurmandi.


Baca Juga : Depresi dan Sempat Mencoba Bunuh Diri, Warga Karangmojo Mengakhiri Hidupnya Menggunakan Kain Selendang


“Jadi memang Sedang meneliti orang harus mencari informasi, mungkin masuk to ke kelompok kayak gitu itu,” katanya, Kamis (27/07/2023)

Menurut Nuemadi, jika mahasiswa asal Bangkabelitung itu sudah melakukan penelitian selama 3 bulan.

“Cuma namanya masuk ke kelompok itu kan susah,” kata dia.

Mahasiswa semester 4 Fakultas hukum itu sedang meneliti mengenai kelompok-kelompok unik di wilayah Yogyakarta, termasuk kelompok LGBT, hingga kelompok radikal.

Nurmandi mengatakan, Redho indikasinya masuk ke dalam lingkaran mereka untuk melakukan penelitian.

“Ya indikasinya seperti itu lho kalau misalnya dia itu LGBT Ndak mungkin. Nggak sejajar kok itu kan pengangguran kabeh sik pelaku. Kalau LGBT itu kan sejajar mahasiswa dengan mahasiswa,” kata dia.
“Jadi itu yang gak wajar (perbedaan status sosial) begitu, makanya karena informasi dari pelaku, karena korban yang sudah meninggal,” kata Nurmandi.

Baca Juga : Truk Vs Sepeda Motor, Warga Wonosari Dilarikan ke Rumah Sakit


Saat ini pihaknya sedang mencari informasi lebih mendalam terkait hal ini.

“Kita mencari informasi apa yang dialakukan termasuk riset. Kita kan sedang cari, mendalami toh dia sudah masuk ke berapa informan segala macam. Karena laptopnya masih di Polda DIY, kita belum tahu,” kata dia.

 

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA