Senin, April 22, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Tekan Angka Stunting, Kejati DIY Berikan Bantuan Kepada Keluarga Resiko Stunting

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

Semanu (Fakta9.com)_ _// Kejaksaan Tinggi daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Bank Mandiri menyerahkan bantuan di Kabupaten Gunungkidul.

Secara simbolis bantuan diserahkan bagi keluarga resiko stunting di Kalurahan Pacarejo, Semanu, pada hari Selasa (16/1/2024).


Baca Juga : Kampanye di Sekolah Mengancam Netralitas Lembaga Pendidikan


Kepala Kejaksaan Tinggi DIY, Ponco Hartanto mengatakan pihaknya mendapatkan peran dari BKKBN DIY menjadi bapak asuh anak stunting di Yogyakarta dengan fokus pendampingan di Kabupaten Gunungkidul.

“Saya berharap kegiatan ini bermanfaat dan benar benar dapat dirasakan penerima manfaat.” Ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Kajati meminta BKKBN DIY kembali melakukan survey data statistik stunting di Kabupaten Gunungkidul. Dengan harapan data perkembangan dan jumlah stunting di Gunungkidul dapat diperoleh dengan lebih akurat.

“Kenapa data statistik stunting di Gunungkidul masih tinggi saya kira perlu segera diperbaharui.” Ungkapnya.

Sementara itu, Vice President (VP) Bank Mandiri Area Yogyakarta, Evi Martiani menyampaikan bahwa progam tanggung jawab sosial yang diberikan di Gunungkidul ini mencapai Rp 351.680 juta diberiikan dalam pemberian nutrisi dan bantuan pangan untuk 6 bulan kedepan.

“Ada 306 lokus stunting, mereka akan mendapatkan 2 butir telur setiap hari ditambah sembako serta pendampingan selama 12 bulan.” Paparnya.

Evi mengatakan, program ini merupakan inisiatif dari Kejakasaan Negeri DIY yang mendapat dukungan penuh dari Bank Mandiri. Langkah ini juga diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Setiap minggu penerima manfaat akan mendapatkan 14 telur dan sembako yang akan diberikan kepada balita maupun ibu hamil.” Imbuhnya.

Kepala Pokja Pemberdayaan Keluarga BKKBN DIY Yuni mengatakan, keluarga resiko stunting yang ada di Gunungkidul belum tentu stunting namun memiliki resiko stunting yang tinggi. Pihaknya berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Kejati DIY.

“Selain nutrisi untuk balita dan ibu hamil perlu menjaga kebersihan lingkungan, berikan asi terbaik bagi bayi, dan pesan saya terapkan mood bahagia.” Ungkapnya.

Baca Juga : Kakek Bejat, Cabuli Bocah Laki-laki Dengan Kayu


Bupati Gunungkidul, Sunaryanta memberikan apresiasi dan ucapan terimkasih kepada Kajati DIY yang sudah fokus menjadi bapak asuh stunting di Bumi Handayani. Bupati menegaskan angka stunting di Gunungkidul pada Tahun 2023 masih diangka 15 persen.

“Program air bersih atau layak di Gunungkidul sudah mencapai 80 persen. Jambanisasi 98 persen sudah tercover ini salah satu langkah Pemkab untuk menanggulangi stunting.” Jelasnya.

 

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA