Rabu, Juni 23, 2021
spot_imgspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Wisata Eksotik, Perpaduan Air Terjun dan Lautan di Selatan Gunungkidul

spot_img
spot_img
spot_img

GUNUNGKIDUL, (Fakta9.com)__//Pada umumnya pantai-pantai di Gunungkidul, diwarnai dengan hamparan pasir putih cantik dengan air laut yang biru dan jernih, namun tidak dengan Pantai Jogan. Pantai yang satu ini memang terkenal unik, karena tidak memiliki batasan dengan laut dan bahkan tidak memiliki pasir putih layaknya pantai di Gunungkidul lainnya.

Pantai yang terletak di wilayah Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul ini menyajikan sesuatu yang unik. Layaknya McWay Beach Waterfall, yang ada di California, Amerika Serikat, pantai Jogan memiliki air terjun yang langsung mengalir ke lautan.

Baca Juga : Pantai Sadranan Merupakan Raja Ampatnya Gunungkidul

Air terjun tersebut berasal dari sumber air perbukitan di utara pantai. Air tersebut mengalir dari sungai dan bermuara di lautan.

Menurut keterangan warga setempat, kata ‘Jogan’ yang menjadi nama pantai ini, berarti lantai atau dasar dalam bahasa Jawa. Yang mengartikan bahwa aliran air turun ke dasar lautan.

Air terjun ini mengalir dari tebing setinggi kurang lebih 10 meter. Di atas tebing, diwarnai dengan daratan yang subur, tanaman yang hijau dan pohon palma di sekelilingnya. Sedangkan untuk aliran air terjun cukup tenang dan semakin deras jika musim hujan datang. Perbukitan karst menjadi latar air terjun ini. Dan pada bagian dasar air terjun, dipenuhi dengan batuan karang.

Tidak hanya untuk dilihat atau di abadikan dengan lensa kamera, pengunjung juga dapat menikmati kesegaran air terjun pantai Jogan. Dimana rasa airnya tawar, sebab berasal dari air sungai perbukitan kars.

Namun untuk menikmati kesegaran air terjun tersebut, dibutuhkan usaha yang tidak mudah, karena hanya ada 2 cara untuk sampai ke dasar tebing.

Pertama dengan cara menggunakan tali atau peralaran memanjat tebing. Tapi untuk cara ini pengunjung harus memiliki keberanian dan juga memiliki teknik Canyoning atau Rappeling.

Salah satu cara menuruni tebing menuju air terjun. (Foto)

Cara kedua, dengan menapaki jalan menurun basah dan licin, Untuk menjaga keseimbangan agar tidak terpeleset atau jatuh, maka pengunjung harus berpegangan dengan menggunakan kayu yang ada di aekitarnya.

Baca Juga : Villa Kapiori, Suguhkan Pemandangan Yang Eksotik.

Setelah berhasil melewati jalan yang curam, pengunjung harus melewati satu tantangan lagi, yaitu melewati hamparan karang yang dipenuhi ribuan bayi kepiting.

Jika tidak memiliki nyali untuk turun ketebing, pengunjung masih bisa menikmati indahnya pemandangan dari atas tebing sambil memandang lanskap Samudra Hindia dengan gulungan ombak tinggi dan besar.,


Redaksi

FAKTA TERBARU

JANGAN LEWATKAN