Kamis, Oktober 29, 2026

FAKTA TERBARU

Pria 21 Tahun Yang Bekerja di SPPG Tegalrejo T3wa5 Tertemper Kereta Api di Kasihan Bantul

Advertisementspot_img

BANTUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _// Seorang pria berinisial PWR (21) warga Tegalrejo, Kota Yogyakarta, meninggal dunia setelah tertemper kereta api di perlintasan rel Padukuhan Soragan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Kamis (29/10/2026) pagi. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dialaminya.


Baca Juga : Pemuda Pancasila PAC Playen Salurkan Air Bersih Kepada Warga Panggang


Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.50 WIB. Petugas menerima laporan kejadian dan segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan serta pemeriksaan.

“Setelah menerima laporan, petugas Polsek Kasihan bersama Tim Identifikasi Polres Bantul, PMI Bantul, dan petugas Puskesmas Kasihan II mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.” Ucapnya.

Berdasarkan keterangan awal, kejadian bermula saat kereta api yang melaju dari Stasiun Tugu menuju Stasiun Wates melintas di lokasi sekitar pukul 04.45 WIB. Saat itu, masinis melihat seseorang bergerak dari arah timur ke barat di jalur kereta api.

Masinis kemudian membunyikan semboyan peringatan berulang kali. Namun, karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.

“Masinis telah membunyikan peringatan, tetapi karena jaraknya sudah terlalu dekat, korban tertemper kereta api. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas pengendali perjalanan kereta api di Yogyakarta.” Jelasnya.

Selanjutnya, petugas keamanan khusus kereta api (Polsuska) yang menerima informasi tersebut mendatangi lokasi dan mendapati korban tergeletak di atas rel. Petugas kemudian menghubungi Polsek Kasihan dan PMI Bantul untuk meminta bantuan penanganan.

Dari hasil pemeriksaan petugas identifikasi dan tenaga medis, korban mengalami trauma berat pada sejumlah organ vital, termasuk kepala dan dada. Selain itu, korban mengalami patah tulang paha kanan serta dislokasi bahu kiri.

“Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk penanganan lebih lanjut.” Ungkapnya.

Baca Juga : Ricuh Pengisian Pamong Kalurahan Jepitu, Peserta Anggap Tidak Ada Transparasi Penghitungan Hasil Ujian


Sementara itu, berdasarkan keterangan petugas palang pintu di Pos Soragan yang berada tidak jauh dari lokasi, saksi mengaku tidak melihat adanya orang berjalan dari pos menuju arah timur lokasi kejadian.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban bekerja di sebuah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tegalrejo. Hingga kini, peristiwa tersebut menjadi perhatian petugas untuk dilakukan penanganan sesuai prosedur.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati ketika berada di sekitar jalur kereta api dan tidak beraktivitas di atas rel demi menghindari kejadian serupa.” Pungkasnya.

 

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA