Selasa, Mei 19, 2026

FAKTA TERBARU

Pak Lurah!! Jangan Gadaikan Tanah Bajangan Kalurahan Baleharjo

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _// Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Baleharjo, Gregorius Oon Rahmad S meyakini bahwa setiap Desa atau Kalurahan memiliki titik masa depan yang suatu saat akan menentukan apakah Desa itu akan tumbuh besar atau justru kehilangan arah perkembangannya. Salah satunya ialah Kalurahan Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul.


Baca Juga : Mal Pelayanan Publik Dhaksinarga Gunungkidul Sediakan Layanan Paspor


Di atas tanah kurang lebih 7 hektar yang berada di kawasan strategis Wonosari itulah sesungguhnya peluang besar Baleharjo sedang menunggu keberanian untuk diwujudkan. Bajangan bukan tanah biasa. Letaknya berada di jalur Ring Road Timur Wonosari, dekat Terminal Dhaksinarga, berada di kawasan ibu kota Kabupaten Gunungkidul, memiliki bentang sungai alami, serta kini akan hidup dengan aktivitas ekonomi masyarakat melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Baleharjo.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Baleharjo akan menjalankan gerai sembako, klinik, apotek, distribusi pupuk subsidi, gas elpiji, hingga berbagai kebutuhan pangan masyarakat. Aktivitas ekonomi akan berjalan. Masyarakat akan datang. Perputaran ekonomi segera tumbuh.

“Karena itu saya percaya Bajangan tidak boleh lagi dipandang hanya sebagai tanah kosong yang sewaktu-waktu bisa disewakan demi pemasukan jangka pendek. Saya justru melihat Bajangan sebagai investasi masa depan masyarakat Baleharjo.” Ujarnya, Selasa (19/05/2026) siang.
“Kita harus mulai berani berpikir lebih jauh. Ketika Kota Wonosari terus berkembang dan ruang strategis semakin terbatas, Baleharjo sesungguhnya memiliki peluang besar membangun kawasan ekonomi rakyat modern yang tidak hanya hidup secara ekonomi, tetapi juga menjadi wajah baru Gunungkidul.” Jelasnya.

Dirinya membayangkan jika Bajangan tumbuh sebagai Bajangan Food Ecopark. Sebuah kawasan ekonomi pangan modern berbasis koperasi desa yang mengintegrasikan perdagangan rakyat, pertanian modern, distribusi pangan, UMKM, ruang publik, kawasan hijau, hingga pusat aktivitas masyarakat yang hidup dari pagi hingga malam.

“Ketika orang melintas di Ring Road Timur Wonosari, mereka tidak hanya melihat hamparan tanah kosong, tetapi melihat kawasan hijau produktif yang tertata modern dan menjadi kebanggaan masyarakat Gunungkidul. Saya membayangkan ada plaza rakyat, agro market, greenhouse, riverwalk di tepi sungai, pusat UMKM, festival pangan, hingga ruang publik yang hidup dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.” Tuturnya.

Menurutnya gagasan tersebut terlihat besar. Tetapi semua kawasan besar selalu dimulai dari keberanian memiliki mimpi jangka panjang.

“Yang saya khawatirkan justru jika Bajangan hanya dipikir untuk kepentingan sesaat. Banyak daerah kehilangan aset strategisnya karena tidak memiliki visi besar. Tanah-tanah terbaik habis sedikit demi sedikit, kawasan tumbuh tanpa arah, lalu generasi berikutnya hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.” Paparnya.

Baca Juga : Petugas Jaga TPR Parangtritis Bantul Menjadi Korban “Klitih”


Oon berharap kepada Pemerintah Kalurahan Baleharjo memiliki keberanian menjaga Bajangan sebagai aset masa depan Baleharjo. Kawasan tersebut terlalu strategis untuk dipikir pendek, karena Bajangan memiliki peluang menjadi etalase ekonomi pangan modern Gunungkidul jika dibangun dengan grand desain yang matang dan visi jangka panjang.

“Saya percaya pembangunan desa hari ini tidak cukup hanya membangun fisik, tetapi juga harus membangun arah masa depan. Dan menurut saya, masa depan besar itu sedang menunggu untuk dibangun di Bajangan. Karena sesungguhnya Bajangan bukan sekadar tanah desa. Bajangan adalah peluang lahirnya peradaban ekonomi baru masyarakat Baleharjo.” Pungkasnya.

 

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA