Rabu, Agustus 26, 2026

FAKTA TERBARU

Dua Orang Remaja di Gunungkidul Mengaku Dikeroyok Oknum Anggota Perguruan Silat

Advertisementspot_img

GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _// Dua orang remaja berinisial DMP (16) dan FM (18) warga Kalurahan Bulurejo, Kapanewon Semin, Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan secara bersama-sama atau pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa orang yang diduga merupakan oknum anggota perguruan silat.

Perkara tersebut kemudian dilaporkan oleh korban ke Mapolsek Semin guna mendapat keadilan yang seadil-adilnya.


Baca Juga : Mengenal Arkan Anafi Ardiansyah, dari Penggemar dan Pengamat Otomotif Menuju Karier Pengacara


Berdasarkan informasi dari salah satu korban yakni, DMP jika peristiwa berawal saat dirinya bersama FM dengan mengendarai sepeda motor di Jalan Raya Semin-Wonosari dan hendak mendahului sepeda motor yang dikendarai AY, pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB

Kemudian, terjadi senggolan ketika mereka melakukan manuver. Setelah mengetahui AY merasa tersenggol, FM dan DMP selanjutnya mendatangi rumah AY untuk meminta maaf bersama MA dan ME.

Namun, kedua korban tidak bertemu dengan AY dan hanya bertemu dengan istrinya dan menyampaikan permintaan maaf.

“Istri AY memaafkan kami dan meminta kami untuk berhati-hati serta tidak mengikuti kegiatan yang dilakukan AY.” Ucapnya, Senin (24/08/2026) siang.

Setelah meninggalkan rumah tersebut, FM dan DMP kemudian menuju rumah temannya yang berada di kawasan Pelem, Pundungsari, untuk menginap hingga Sabtu malam.

Pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB, kedua korban mengaku dijemput MA dan ME. Mereka kemudian diajak menuju sebuah rumah yang menurut keduanya tidak mereka kenal sebelumnya.

Di lokasi tersebut, FM dan DMP mengaku ditanya mengenai kesediaan mengikuti kegiatan AY dan sejumlah orang lainnya. Keduanya mengatakan menolak. Mereka kemudian disebut diberi pilihan untuk menyelesaikan persoalan melalui tanding atau sambung. Selanjutnya kedua korban dibawa ke sekitar kawasan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sumberejo, Semin.

“Di tempat tersebut saya mendapat pilihan untuk melakukan pertandingan satu lawan satu.” Ucapnya.

Situasi berubah setelah pertandingan berlangsung. FM dan DMP justru mendapat serangan dari beberapa orang secara bersamaan dan mengalami sejumlah luka.

“Saya dan teman saya mengalami sejumlah pukulan hingga merasakan sakit di beberapa bagian tubuh. Setelah kejadian tersebut, saya mendapat peringatan agar tidak melaporkan peristiwa itu kepada polisi.” Ungkapnya.

Tidak hanya itu, kedua korban juga diperintahkan kembali mengikuti latihan pada Selasa (25/8/2026). Dan mendapat ancaman bahwa orang-orang tersebut akan mencari mereka apabila tidak datang.

Karena khawatir, FM dan DMP tidak langsung pulang ke rumah masing-masing. Keduanya kembali menuju rumah temannya. DMP mengaku mengalami pegal, pusing, serta rasa sakit pada sejumlah bagian tubuh setelah kejadian.

Atas kejadian tersebut, kedua korban menceritakan apa yang dialaminya ke keluarganya dan kemudian melaporkannya ke Mapolsek Semin.


Baca Juga : Mobil Isuzu Panther Tabrak Dua Motor Parkir di Saker Hingga Masuk Selokan


Terpisah, Kapolsek Semin, AKP Aris Sugiyanto saat dikonfirmasi awak media membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan dugaan pengeroyokan yang dialami FM dan DMP.

“Iya, ada laporan dari kedua korban. Kami juga akan melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi.” Ujarnya.

 

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA