Rabu, Oktober 20, 2021
spot_imgspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Dilema Perpanjangan PPKM Level 4 Bagi Pelaku Wisata di Gunungkidul

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

GUNUNGKIDUL, (Fakta9.com)__//Pemerintah telah mengumumkan adanya adanya perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di seluruh wikayah Daerah Istkmewa Yongyakarta, hingga tanggal 30 Agustus 2021 mendatang, tak terkecuali adalah Kabupaten Gunungkidul.

Disampaikan oleh pemerintah bahwa terdapat penyesuaian baru dalam PPKM level 4 kali ini, diantaranya pelaksanaan peribadahan dapat dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan maksimal 25 persen kapasitas atau maksimal 30 orang.

Baca Juga: Bupati Gunungkidul: ‘Penanganan Kasus Covid-19 di Gunungkidul Termasuk yang Terbaik di Indonesia. “

Rumah makan atau restoran boleh beroperasional dan makan ditempat, dengan maksimal 25 persen kapasitas, 2 orang per meja dan pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00.

Dan pusat perbelanjaan Mal diperbolehkan buka sampai dengan pukul 20.00 dengan maksimal 50% kapasitas dengan penerapan protokol kesehatan.

Namun tidak dengan objek wisata, yang masih ditutup untuk umum. Tentu saja hal ini menui dampak secara ekonomi bagi pelaku wisata.

Seperti disampaikan oleh Sudarto, Ketua Pokdarwis Pantai Krakal. Disampaikan bahwa pariwisata merupakan bidang yang menjadi mata pencaharian bagi masyarakat sekitar. Tidak sedikit warga yang menggantungkan hidup di bidang pariwisata ini. Namun adanya pandemi ini membuat pariwisata yg harusnya bisa buka 24 jam dalam sehari bisa tutup sampai berbulan-bulan.

“Saat awal lockdown tahun lalu kami bisa bertahan. Akan tetapi tutupnya wisata ini membuat pelaku usaha mau tidak mau harus mencari cara lain untuk bertahan hidup.” keluhnya kepada Fakta9.com Rabu, (25/08/2021).

Hal senada disampaikan oleh Murbani (39) warga Bengle, Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul, yang mengeluhkan dengan adanya PPKM ini dampaknya sangat dirasakan.

Dimana ia yang sehari-hari menggantungkan hidup dari mengelola snorkling, serta menyewakan kano di Pantai Sadranan, selama pemberlakuan PPKM ini sangat kesulitan untuk menghidupi keluarga.

“Selama PPKM tidak ada tamu yang berkunjung ke pantai. Sehingga tidak ada pemasukan, sedangkan kebutuhan untuk keluarga masih harus tetap terpenuhi.” bebernya.

Terpisah, pengamat ekonomi sekaligus Akademisi Dr.Antonios Budi Susilo, S.E., M. Soc. Sc menjelaskan bahwa agenda ekonomi harus di bawah bayang-bayang Covid-19.

Baca Juga: Pagelaran Wayang Kulit di Kalurahan Ngleri, Dibubarkan Satgas Covid-19

Menurutnya, dengan perpanjangan PPKM, pengendalian transmisi akan lbh bekerja efektif. Sehingga pencapaian untuk menekan laju penularan Covid-19 dapat ditekan.

“Apabila ekonomi dipulihkan, pariwisata dibuka dan mobilitas ekonomi naik, pastinya juga akan menyebabkan terjadinya peningkatan kasus Covid-19. Dan terpaksa harus PPKM darurat lagi.” terang Dosen Universitas Sanata Dharma tersebut.

Redaksi_fakta9.com

FAKTA TERBARU

JANGAN LEWATKAN