GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _// Rumah tangga pasangan asal Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, kini berada di ujung tanduk. Seorang pria berinisial M (38) harus menghadapi gugatan cerai dari istrinya berinisial W (35), yang beberapa waktu lalu diketahui telah diangkat sebagai Guru P3K di salah satu SMP wilayah Kapanewon Panggang.
Baca Juga : Pak Lurah!! Jangan Gadaikan Tanah Bajangan Kalurahan Baleharjo
Retaknya hubungan keduanya disebut tidak lepas dari dugaan hadirnya orang ketiga dalam rumah tangga mereka. Bahkan beredar kabar bahwa W diduga memiliki hubungan khusus dengan salah satu guru di wilayah Kapanewon Panggang yang sebelumnya pernah satu sekolah dengannya saat masih sama-sama berstatus guru honorer.
Kabar tersebut kini menjadi perbincangan di lingkungan sekitar dan memperkeruh konflik rumah tangga pasangan tersebut.
Menurut pengakuan M, dirinya merasa perjuangan panjang yang selama ini ia lakukan untuk mendampingi sang istri harus berakhir pahit. Ia mengaku telah menemani dan mendukung W sejak awal merintis karier sebagai guru honorer dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas hingga akhirnya berhasil lolos menjadi Guru P3K.
“Dari awal saya selalu mendukung. Saat masih honorer sampai akhirnya bisa diangkat P3K saya tetap mendampingi dan memberi semangat.” Ungkapnya, Selasa (19/05/2026) siang.
Namun setelah status pekerjaan sang istri berubah, M mengaku mulai merasakan perubahan sikap dari W. Ia merasa keberadaannya sebagai suami tidak lagi dihargai seperti sebelumnya.
“Setelah diangkat P3K, hubungan mulai berubah. Saya merasa sudah tidak dianggap lagi.” Ucapnya.
Konflik rumah tangga tersebut kemudian berujung pada gugatan cerai yang diajukan W terhadap M. Dalam gugatan itu, pihak istri disebut menilai suaminya tidak bertanggung jawab terhadap nafkah lahir dan batin.
Namun tudingan tersebut dibantah oleh M. Dirinya merasa alasan gugatan itu tidak sesuai dengan kenyataan yang selama ini terjadi dalam rumah tangga mereka. Sebab menurutnya, selama bertahun-tahun dirinya tetap berusaha memenuhi tanggung jawab sebagai kepala keluarga dan memberikan dukungan penuh terhadap karier istrinya.
“Kalau dibilang tidak menafkahi dan tidak mendukung itu sangat menyakitkan. Saya menemani perjuangannya dari nol.” Jelasnya.
Upaya mediasi antara kedua belah pihak sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan. Namun hingga kini belum ditemukan titik temu. Perselisihan justru semakin memanas dan proses perceraian tetap berjalan.
Tidak hanya menghadapi gugatan cerai, M juga mengaku mengalami tekanan batin setelah sempat jatuh sakit dan harus menjalani hari-harinya seorang diri. Ia merasa ditinggalkan di saat sedang berada dalam kondisi sulit.
Bahkan saat ini, M mengaku kesulitan untuk bertemu dengan anaknya sendiri. Kondisi tersebut membuat dirinya semakin terpukul secara mental maupun emosional.
“Saya hanya ingin kejelasan dan ingin tetap bisa dekat dengan anak. Itu yang paling berat.” Tuturnya.
Baca Juga : Petugas Jaga TPR Parangtritis Bantul Menjadi Korban “Klitih”
Kasus ini pun menjadi perhatian warga sekitar. Banyak yang menyayangkan keretakan rumah tangga tersebut mengingat pasangan itu dikenal telah melewati perjuangan panjang bersama sejak masa sulit.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak W terkait kabar dugaan hubungan dengan pria lain maupun gugatan perceraian yang diajukan terhadap suaminya. Sementara proses perkara rumah tangga tersebut dikabarkan masih terus berjalan.





















