Sabtu, Juli 13, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Mengonsumsi Air Yang Mengandung Zat Kapur, Berdampak Bagi Kesehatan Tubuh

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

Wonosari,(fakta9.com)__Kabupaten Gunungkidul merupakan wilayah yang terkenal sebagai daerah bebatuan kapur. Sebagian besar penduduknya memenuhi kebutuhan akan air dengan memanfaatkan air tanah atau sumur untuk kebutuhan sehari-hari.

Kandungan kapur dalam air yang dikonsumsi sebagian besar masyarakat dapat memberikan efek yang kurang baik dalam tubuh. Apabila dikonsumsi berlebih dalam jangka waktu lama,

Baca Juga: DINAS SOSIAL KABUPATEN GUNUNGKIDUL AKAN MENINDAK LANJUTI KELUHAN WARGA DADAPAYU YANG MENJALANI ISOLASI

“Penumpukan zat kapur bisa menjadi salah satu menyebabkan nyeri, serta penyumbatan pada saluran kemih.” Jelas Dokter Bobby Arifin, Sp.U kepada wartawan Minggu (1/11/2020)

Penumpukan zat kapur dalam jumlah banyak dan waktu yang lama beresiko menimbulkan penyakit nefrolitiasis, yaitu suatu endapan kecil dan keras yang terbentuk didalam ginjal. Sering terasa menyakitkan saat buang air kecil.

“Kondisi semacam ini dapat menyerang siapapun, namun kejadian lebih sering dialami oleh laki-laki.” Ungkap Dokter Bobby

Penggambaran penyakit batu ginjal (foto)

Namun penyakit ini tidak hanya ditimbulkan oleh penumpukan zat kapur saja, Akan tetapi bisa pula disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari.

Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

Biasanya seseorang yang mengalami penyakit ini merasakan sakit ketika hendak buang air kecil (BAK), jumlah urine yang di keluarkan sedikit atau bahkan urine tidak keluar sama sekali.

“Apabila ada keluhan seperti itu, sebaiknya segeralah periksa kedokter agar dapat segera ditangani.” Imbuhnya

Dijelaskan oleh Dokter spesialis Urologi RSUD Wonosari tersebut bahwa pengobatan untuk penyakit batu ginjal atau juga biasa dikenal dengan istilah  kencing batu  ini akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan, prosedur tindakan untuk memecah batu ginjal (ureteroskopi), hingga dilakukan pembedahan.

Jika tidak segera di tangani, batu ginjal juga dapat menyebabkan komplikasi, seperti cedera pada saluran kencing, pendarahan infeksi yang dapat menyebabkan ginjal mengalami pembengkakan (hidronefrosis).

Baca Juga:Sekian lama mati suri, Pokdarwis Watu Layah berencana mengembangkan wisata berbasis edukasi

“Pencegahan batu ginjal antara lain bisa dilakukan dengan minum air putih yang cukup, sekitar 2-3 liter per hari, sering berolah raga, dan berusaha agar tidak sering menahan kencing. Bila ada keluhan segera periksa ke dokter.” Pungkas Dokter yang juga praktik di RSU PKU Muhammadiyah Wonosari tersebut.

(Redaksi_fakta9.com)

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

BACA JUGA