GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _ // Dugaan penyalahgunaan wewenang dilakukan oleh Oknum Dukuh di Kalurahan Melikan, Rongkop, Gunungkidul. Dimana dalam kabar yang beredar Oknum Dukuh berinisial YA menjual Truk Tangki Bantuan Presiden (Banpres) yang diterimanya pada Tahun 2017 lalu.
Baca Juga : Pria 61 Tahun Ditemukan Meninggal dalam Mobil di Kasihan Bantul
Berdasarkan informasi yang berhasil jika YA menjual Truk Tangki tersebut sekitar 2 minggu yang lalu seharga Rp 150 juta. Hal tersebut tentunya menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat lantaran penjualan Tangki Bantuan Presiden itu dilakukan di tengah-tengah musim kemarau atau kekeringan.
Warga sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh Oknum Dukuh berinisial YA, karena masih banyak warga di wilayah Padukuhan lain yang membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Dikonfirmasi hal tersebut, YA mengakui telah menjual Truk Tangki tersebut dengan harga Rp 150 juta sekitar dua minggu yang lalu dan akan dibelikan kendaraan lainnya berupa Mini Bus. Meski demikan, YA tidak membuat surat berita acara penjualan Truk Tangki maupun surat kesepakatan dari warga.
“Dulu hanya tokoh masyarakat yang menyetujui, dan untuk berita acara juga tidak ada.” Ucapnya, Selasa (18/08/2026) siang.
Dijelaskan lebih lanjut jika YA nekat menjual Truk Tangki Banpres itu karena kondisinya sudah tidak bisa digunakan lagi secara maksimal.
“Kalau rusak siapa yang mau bertanggung jawab, pasti tidak ada. Makanya kami jual ke wilayah Jawa Timur.” Ungkapnya.
Terpisah, Lurah Kalurahan Melikan, Agus Sumarno menyampaikan bahwa tidak mengetahui jika Truk tersebut telah dijual.
“Saya baru tau akhir-akhir ini setelah dijual. Dan tidak ada pemberitahuan ke kami.” Ucapnya.
Baca Juga : Dua Pelajar Luka Serius Usia Terlibat Kecelakaan di Jalan Playen-Banyusuco
Dirinya menyebut, jika Truk Tangki tersebut tidak masuk aset Kalurahan, karena saat bantuan Truk Tangki disalurkan, dirinya belum menjabat sagabai Lurah.
“Truk Tangki itu kan datangnya pada saat saya belum mejiabat sebagai Lurah. Jadi saya tidak tau.” Pungkasnya.




