Rabu, Juli 15, 2026

FAKTA TERBARU

Ipar Adalah Maut!! Pasangan Selingkuh Digrebeg di SPBU

Advertisementspot_img

GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_‎ _ // Ipar adalah maut bukan sekedar judul film atau fiksi saja, melainkan kejadian nyata yang terjadi di wilayah Kalurahan Selang, Wonosari, Gunungkidul.

Dua sejoli pasangan selingkuh diamankan warga di Area SPBU Selang, Senin (13/07/2026) malam. Ironisnya, keduanya merupakan saudara ipar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun jika perselingkuhan itu dilakukan oleh pria berinisial MY asal Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, yang merupakan adik kandung dari suami pasangan selingkuhnya. Keduanya telah memiliki pasangan dan keluarga masing-masing.


Baca juga: Truk Muatan 9 Ton Gaplek Terguling di Tikungan Bokong Semar Bantul


Mirisnya, hubungan terlarang itu tidak hanya dilakukan kali ini saja, beberapa waktu lalu pasangan selingkuh ini juga pernah dipergoki dan telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat untuk damai dengan perjanjian apabila mengulangi perbuatannya lagi maka akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 50 juta.

‎Terbongkarnya dugaan perselingkuhan itu berawal atas kecurigaan pihak keluarga yang meyakini keduanya masih menjalin hubungan terlarang.  Setelah melakukan pemantauan terhadap alat komunikasi, ditemukan adanya rencana pertemuan antara keduanya pada Senin malam.

Saat kejadian pada Senin malam, ‎MY diketahui memarkirkan mobil boks yang dikendarainya di sekitar SPBU Kalurahan Selang. Beberapa saat kemudian, perempuan tersebut datang menjemput dan keduanya pergi menggunakan kendaraan lain.


Baca juga: Maling Satroni Warung Erlangga di Gari Wonosari, Belasan Tabung Gas dan Beberapa Bungkus Rokok Lenyap


‎Keluarga yang sebelumnya telah melakukan pengawasan selanjutnya mengikuti pergerakan keduanya. Ketika kembali ke lokasi parkir, mereka langsung diamankan oleh keluarga yang telah menunggu di SPBU Selang.

‎Kejadian itu pun sempat memicu perhatian warga sekitar karena dinilai telah mengabaikan kesepakatan yang pernah dibuat sebelumnya. Selain dianggap melanggar komitmen bersama, peristiwa itu  juga dinilai berdampak terhadap keharmonisan keluarga serta kehidupan sosial di lingkungan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, kedua pihak telah dibawa ke wilayah tempat tinggalnya untuk menjalani proses penyelesaian secara musyawarah bersama keluarga, perangkat setempat, dan tokoh masyarakat. Diketahui juga belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan lebih lanjut peristiwa tersebut.


Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA