Kamis, Juli 9, 2026

FAKTA TERBARU

Kandidat Ketua Bermunculan Menjelang Konferensi Cabang XII PCNU Gunungkidul

Advertisementspot_img

GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _// Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) XII Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gunungkidul yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus 2026, dinamika di lingkungan Nahdlatul Ulama mulai terasa semakin hangat. Perbincangan mengenai sosok yang akan memimpin PCNU Gunungkidul untuk masa khidmat 2026–2031 mulai mengemuka di berbagai kalangan warga Nahdliyin.


Baca Juga : Truk Muatan 9 Ton Gaplek Terguling di Tikungan Bokong Semar Bantul


Beredar empat tokoh dari kalangan senior dan empat nama lain dari kalangan generasi muda yang disebut-sebut sebagai kandidat terkuat Ketua Tanfidziyah PCNU Gunungkidul periode 2026–2031. Dari kalangan senior muncul nama H. Drs. Sa’ban Nuroni, M.A. (Ketua PCNU Gunungkidul 2021–2026), Dr. H. Mukhotip, M.Pd.I. (Wakil Ketua PCNU Gunungkidul sekaligus Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul), Drs. H. Ali Ridlo, M.M. (Wakil Ketua PCNU Gunungkidul), serta Drs. H. Andar Prasetyo, M.A. Sementara dari kalangan generasi muda mencuat nama H. Zudi Rahmanto, M.Ag. (Katib Syuriah PCNU Gunungkidul), H. Ahmad Munir, S.H.I. (Ketua Lembaga Dakwah PCNU Gunungkidul), H. Labib Junaidi (Wakil Sekretaris PWNU DIY).

Meski demikian, hingga saat ini belum ada satu pun deklarasi resmi mengenai pencalonan dari nama-nama yang beredar. Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, proses pemilihan Ketua Tanfidziyah tidak mengenal mekanisme kampanye ataupun deklarasi sebagaimana lazim terjadi dalam kontestasi politik. Amanah kepemimpinan sepenuhnya ditentukan melalui mekanisme musyawarah dan pemilihan dalam forum Konferensi Cabang sesuai ketentuan organisasi.

Salah seorang tokoh NU yang namanya turut masuk dalam bursa kandidat, namun meminta identitasnya tidak dipublikasikan, mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berpikir untuk mencalonkan diri sebagai ketua.

“Di NU tidak ada istilah maju atau mencalonkan diri. Kalau nanti diberi amanah oleh para peserta konferensi, tentu harus siap mengemban tanggung jawab. Tetapi kalau tidak, ya tetap berkewajiban mendukung siapapun yang dipercaya memimpin demi kemajuan jam’iyah.” Ucapnya.

Ia juga berharap perhatian seluruh warga Nahdliyin tidak tersita pada spekulasi mengenai figur, melainkan difokuskan pada keberhasilan penyelenggaraan Konfercab XII.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana Konfercab bisa berjalan lancar, tertib, penuh kekeluargaan, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa NU Gunungkidul semakin maju.” Ujarnya.

Pandangan senada disampaikan tokoh lain yang juga masuk dalam perbincangan publik. Menurutnya, kepemimpinan NU ke depan harus semakin dekat dengan warga dan mampu menjawab kebutuhan jamaah hingga tingkat paling bawah.

“Ketua PCNU ke depan harus sering turun ke ranting dan pedukuhan. Jangan hanya hadir dalam forum resmi, tetapi juga mendengar langsung persoalan warga. Siapapun yang nantinya diberi amanah harus mampu merangkul seluruh elemen, memperkuat pelayanan kepada umat, dan menjaga persatuan Nahdliyin.” Ucapnya.

Sementara itu, seorang tokoh muda NU lainnya memilih tidak memberikan komentar panjang mengenai namanya yang ikut disebut sebagai kandidat. Ia mengaku lebih memilih berkonsentrasi menjalankan tugas pelayanan kepada jamaah dan menyukseskan agenda organisasi.

Hingga berita ini diturunkan, panitia Konfercab XII PCNU Gunungkidul juga belum membuka tahapan pemilihan Ketua Tanfidziyah. Nama-nama yang beredar saat ini merupakan dinamika yang berkembang di kalangan warga Nahdliyin dan belum menjadi bagian dari proses resmi organisasi.

Dengan beragam figur yang muncul, baik dari kalangan senior maupun generasi muda, Konfercab XII PCNU Gunungkidul diperkirakan akan berlangsung dinamis. Namun demikian, dinamika tersebut diharapkan tetap berada dalam koridor ukhuwah nahdliyah, musyawarah, serta etika jam’iyah yang selama ini menjadi tradisi Nahdlatul Ulama.


Baca Juga : Kecelakaan Maut di Jalan Nagung-Brosot, Satu Orang Dilaporkan Meninggal Dunia


Konfercab XII bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan momentum strategis untuk menentukan arah khidmah PCNU Gunungkidul lima tahun ke depan. Siapapun yang nantinya memperoleh amanah diharapkan mampu menjaga persatuan organisasi, memperkuat pelayanan kepada umat, serta melanjutkan pengabdian Nahdlatul Ulama bagi masyarakat secara lebih luas. Publik pun kini menanti siapa sosok yang akan memperoleh kepercayaan peserta Konfercab untuk menakhodai PCNU Gunungkidul periode 2026–2031.


Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA