Selasa, Maret 10, 2026

FAKTA TERBARU

Waspada!! di Gunungkidul Awal 2026 3 Orang Meninggal Karena Leptospirosis

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)__//Kasus leptospirosis atau yang lebih dikenal sebagai penyakit ‘kencing tikus’ di Gunungkidul kembali menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan pada awal tahun 2026. Musim hujan yang masih berlangsung dinilai menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan penyakit ini.

Hingga bulan Maret 2026 ini Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mencatat sebanyak 13 warga dilaporkan terjangkit penyakit ini, dengan tiga di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, menyebutkan bahwa wilayah Playen menjadi daerah dengan kasus terbanyak. Dari total 13 kasus, lima di antaranya berasal dari Playen, termasuk dua korban meninggal dunia.

“Total ada 13 kasus, yang meninggal tiga orang. Dua korban di antaranya berasal dari Kapanewon Playen.” terangnya, Senin (09/03/2026).

Secara umum, berdasar data di Dinas Kesehatan Gunungkidul jumlah kasus leptospirosis di Gunungkidul lima tahun terakhir ini mengalami fluktuasi setiap tahun.

Dengan rincian pada tahun 2022 tercatat 34 kasus dengan 5 kematian. Tahun 2023 meningkat menjadi 84 kasus dengan 4 kematian. Pada tahun 2024 kasus menurun menjadi 29 kasus tanpa kematian.

Kemudian pada tahun 2025 kasus laptospirosis meningkat lagi menjadi 30 kasus, 1 kematian dan hingga Maret 2026 ini terdapat 13 kasus, 3 kematian.

Apa Itu Laptospirosis?

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi. Beberapa hewan yang tergolong sebagai perantara penyebaran leptospirosis adalah tikus, sapi, anjing, dan babi.

Hewan yang terinfeksi bisa menyebarkan bakteri penyebabnya melalui urine mereka. Ketika hewan yang terinfeksi buang air kecil, maka bakteri masuk ke air atau tanah dan dapat hidup di sana selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Cara paling umum seseorang dapat terinfeksi adalah air seni atau air yang terkontaminasi masuk ke mata, hidung, mulut, atau melalui kulit yang rusak (seperti luka atau goresan).

Selain itu juga bisa terinfeksi dengan makan-makanan yang terkontaminasi atau minum air yang terkontaminasi bakteri.

Bahaya Laptospirosis

Infeksi leptospirosis tidak boleh dianggap sepele, karena berpotensi menimbulkan komplikasi yang bisa berujung pada kematian. Misalnya, gangguan paru, gangguan ginjal, atau perdarahan dalam tubuh,

Tanda dan gejala leptospirosis, seperti mual, muntah, sakit kepala, nyeri otot, sakit perut, diare, kulit area mata menguning, demam, ruam kemerahan, dan konjungtivitis.
Gejala tersebut muncul mendadak dua minggu setelah terinfeksi.

Pencegahan

Mengingat bahaya yang ditimbulkan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah infeksi leptospirosis, di antaranya:

  • Berperilaku hidup bersih dan sehat, yaitu dengan cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Menyimpan makanan dan minuman dengan baik
    Mencuci tangan dan kaki serta sebagian tubuh lainnya dengan sabun
  • Memakai sepatu dari karet dengan ukuran tinggi, dan sarung tangan karet bagi kelompok kerja yang berisiko tinggi tertular leptospirosis
  • Membasmi tikus di rumah atau di kantor.

 

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA