Rabu, Mei 29, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Warga Yogyakarta Menjadi Korban Pengeroyokan di JJLS Saptosari

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

SAPTOSARI (Fakta9.com)_ _// Sungguh malang nasib yang  dialami oleh Sujianto (26) warga Padukuhan Tukangan, Kalurahan Tegal Panggung, Kapanewon Danurejan, Yogyakarta, sebab ia menjadi korban pengeroyokan di Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) tepatnya di Padukuhan Cekel, Kalurahan Jetis, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul.


Baca Juga : Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Akan Segera Diberlakukan


Diterangkan oleh Kapolsek Saptosari, AKP Kusnan Priyono bahwa peristiwa itu terjadi pada hari Rabu (28/09/2022) sekitar Pukul 14.30 WIB bermula ketika korban bersama istrinya hendak pergi membeli Mie ayam di daerah Kalurahan Jetis, dengan mengendarai sepeda motor Yamaha RX King AB 6224 RB.

Namun sesampainya di tempat kejadian perkara, sepeda motor yang ditungganginya mengalami trobel sehingga istri korban yang duduk di depan (pengendara) membleyer motornya.

“Korban pada saat itu duduk di belakang atau sebagai pembonceng.” Ucapnya.

Beberapa waktu kemudian ada beberapa orang yang mengejar mereka (korban dan istrinya) menggunakan sepeda motor dan sebuah mobil, lantas memberhentikan korban dan langsung memukulinya sehingga mengalami memar dibagian wajah dan bahu.

“Ada 5 orang yang melakukan pengeroyokan terhadap korban.” Jelas Kapolsek.

Warga yang melihat kejadian tersebut sudah berusaha melerai akan tetapi korban terlanjur mendapat bogem mentah dari para pelaku.

Tidak terima dirinya menjadi korban pengeroyokan, ia pun melaporkannya ke Mapolsek Saptosari pada hari itu juga pukul 17.10 WIB.


Baca Juga : Tiga Perwira Polisi Polres Gunungkidul Duduki Jabatan Baru


Anggota Polisi, lantas melakukan penyelidikan meminta keterangan saksi-saksi dan melakukan indentifikasi terhadap para pelaku.

“Kasus tersebut sudah kami tangani, dan nanti kita lihat perkembangan penyelidikan. Namun kami berharap ada titik temu antara korban dengan para pelaku, karena yang terlibat ada beberapa orang yang kenal dan dugaan kami hanya miskomunikasi.” Pungkas AKP Kusnan Priyono.

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA