GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _// Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dilaksanakan di Alun-alun Wonosari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Senin (01/05/2026) pagi.
Baca Juga : Grebek Besar Gunung Wijil Berlangsung Meriah
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih membacakan pidato kebangsaan dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Pidato tersebut menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia,” peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap warga negara.
Endah Subekti Kutariningsih dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pancasila bukan hanya relevan untuk menjaga keutuhan internal Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau dan ratusan etnik, tetapi juga menjadi jawaban atas tantangan fragmentasi dunia.
“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.” Ujarnya.
Dalam kancah internasional, Indonesia ditegaskan bukan sekadar penonton. Berdasarkan amanat Pembukaan UUD 1945, Pancasila menjadi fondasi kebijakan luar negeri yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat diposisikan sebagai instrumen diplomasi vital untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik antarbangsa.
Implementasi nyata dari Sila Kedua, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” terlihat melalui kontribusi aktif pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera PBB, peran mediasi dalam konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.
“Generasi muda juga dipanggil sebagai penjaga masa depan untuk tidak membiarkan Pancasila sekadar menjadi hiasan dinding atau teks di buku, melainkan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.” Tegas Bupati.
Baca Juga : Warga Kemadang Tanjungsari Nekat G4ntung Dir1 di Trirenggo Bantul
Diakhir pidatonya, Endah mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi merusak harmonisasi kebangsaan. Dirinya menekankan bahwa selama darah Indonesia masih mengalir, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan yang kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.” Pungkasnya.





















