Kamis, Juni 13, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Tren Bunuh Diri di Gunungkidul, Ahli Kedokteran Jiwa : Lingkungan Dan Media Massa Harus Berperan Aktif

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

Gunungkidul, (Fakta9.com)__//Selama tiga tahun terakhir, tren tingkat bunuh diri di wilayah Gunungkidul terbilang masih sangat tinggi. Per tahun rata-rata terdapat 30 kasus kematian karena bunuh diri, dan sebagaian besar dilakukan dengan cara gantung diri.

Berdasar data yang tercatat di Kepolisian pada tahun 2020 terdapat 29 kasus, tahun 2021 38 kasus, dan pada 2022 ada 29 kasus.

Bahkan di awal tahun 2023 ini sudah ada satu kasus bunuh diri yang di lakukan dengan cara gantung diri.


Baca juga : Galian Proyek Perumahan Longsor, 1 Orang Tewas Dan 1 Korban Dalam Pencarian


Mengapa tren bunuh diri masih sangat tinggi di Gunungkidul?

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, Ida Rochmawati, Sp.KJ menjelaskan, jika tren bunuh diri yang selama ini terjadi dipicu oleh berbagai faktor, diantaranya karena depresi yang dipicu masalah psiko sosial, skizofrenia yang tidak tertangani serta gangguan mental lainnya.

“Penyebabnya bisa dilatarbelakangi oleh ketidakmampuan seseorang dalam menghadapi situasi atau masalah tertentu. Ditambah kurangnya dukungan sosial dan ada kondisi kerentanan psikologis yang mendasarinya. Intinya bukan mereka ingin mati tetapi ingin menghentikan derita Sehingga mereka menganggap bunuh diri merupakan jalan keluar terbaik.” terangnya.

Seseoarang yang akan melakukan percobaan bunuh diri, biasanya memperlihatkan tanda-tanda tertentu, misalnya terlihat cemas, merasa bersalah, atau membuat wasiat.

“Kondisi ini dapat dicegah, dengan melibatkan peran keluarga dan kerabat dekat, serta lingkungan.” terang Ida Rochmawati, Selasa (03/01/2022).
Bagaimana mengatasi kasus bunuh diri?

Perilaku bunuh diri merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berinteraksi, baik faktor pribadi pelaku, sosial, psikologis, budaya, biologi, dan lingkungan.

“Yang harus di perhatikan dalam kasus bunuh diri adalah terjadinya copycut suicide. Copycat suicide adalah tindakan bunuh diri yang dilatarbelakangi ingin meniru kasus bunuh diri sebelumnya.” tuturnya

Baca juga : Melakukan Penipuan, Mantan Karyawan BUMN Terancam Pidana 4 Tahun Penjara


Sehingga harus diminimalisir penyebaran informasi / berita mengenai bunuh diri yang dapat memicu seseorang menirunya.

Selain itu, baik lingkungan keluarga, masyarakat, lingkungan kerja, maupun lingkungan sekolah harus berperan aktif serta harus ada edukasi kesehatan mental untuk mencegah bunuh diri.

“Semua pihak betul-betul bisa berperan dalam memberikan pengetahun untuk mencegah bunuh diri.” terang Ahli Kedokteran Jiwa RSUD Wonosari ini.

 

Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA