Senin, September 27, 2021
spot_imgspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

PERNAH TIDAK MENDAPATKAN JATAH MAKAN SAAT BERADA DI ASRAMA, DUA SANTRI SALAH SATU PONDOK PESANTREN DI WONOSARI MELARIKAN DIRI

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Wonosari, (suaragunungkidul.com)__Dua orang santri salah satu Pondok Pesantren di wilayah Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul melarikan diri dari asrama pada Senin, (26/10/2020).

Diketahui bahwa dua orang santri tersebut adalah HP (13) warga Padukuhan Jalakan, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, dan AV (13) warga Kapanewon Kota Gede, Yogyakarta.

BACA JUGA: Olahraga yang baik untuk menjaga imun menghadapi musim penghujan

Saat ditemui di rumah orang tuanya, HP yang saat itu bersama AV menjelaskan bahwa mereka nekat pergi dari asrama yang berada Jl Nusantara Padukuhan Ledoksari, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari dengan berjalan kaki sampai rumah.

Pasalnya, HP dan AV yangmerasa tidak mendapatkan perhatian dan fasilitas di asrama dinilai tidak seperti yang dia lihat dalam video promosi.

Selama diasrama sejak bulan September lalu, mereka kesulitan dalam mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

“Selama tiga hari ini saya tidak mandi, bahkan WC yang ada diasrama sudah satu minggu ini mampet dan tidak dapat digunakan.” Ungkap HP

Tidak hanya itu, selama menempati Gedung Ungu, Lantai 3 di asrama tersebut, beberapa kali mereka berdua bersama dengan teman-temannya satu kamar tidak mendapatkan jatah untuk makan sore. Bahkan di ruangan yang mereka tempati pun juga tidak disediakan air minum.

“Kami pernah tidak dapat jatah makan, dengan alasan menu makanya sudah habis.” jelas EV.

Pengurus pondok pesentren ketika dikonfirmasi. ( Foto)

Terpisah ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, penanggung jawab asrama pondok pesantren, Sudatik menjelaskan, jika maslah ini merupakan miss komunikasi saja antara santri dan pengelola asrama.

“Selama ini tidak hanya di asrama saja yang mengalami kesulitan air bersih, namun di sekitar lingkungan asrama pun juga mengalami hal yang sama selama musim kemarau ini.” Ungkapnya.

BACA JUGA: Beginilah amalan muslim menghadapi musim penghujan

Ditambahkan bahwa kemungkinan santri tersebut masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan asrama, sehingga memiliki persepsi seperti itu.

” Jika masih ada santri yang belum mendapatkan jatah makan, biasanya dari petugas akan membuatkan masakan baru.” Imbuhnya

Sudatik menjelaskan bahwa kemungkinan yang terjadi hanyalah kesalah pahaman saja.

“Saya akan segera komunikasikan dengan pendamping asrama agar kesalah pahaman ini tidak berlarut-larut.” pungkasnya.

Redaksi

FAKTA TERBARU

JANGAN LEWATKAN