GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_ //– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melaui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) menggelontorkan anggaran hingga ratusan juta rupiah untuk mendukung pameran bonsai berskala nasional yang berlangsung sejak 2-9 September 2026 di Lapangan Kesatrian Wonosari, Gunungkidul.
Pameran bonsai bertajuk Handayani Bonsai Festival #2 ini menampilkan 647 mahakarya bonsai dari berbagai wilayah di Indonesia.
Pameran bonsai ini disebut dibiayai menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) DIY melalui program Dinas Pariwisata sebesar Rp 300 Juta, ditambah dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 100 ribu dari para peserta.
Baca juga: Gudang Produksi Mebel di Semanu Hangus Dilalap Jago Merah
“Anggaran Rp 300 juta ditambah total pendapatan pendaftaran sebesar Rp 64,7 juta dari 647 bonsai yang di pamerkan.” Ucap Ketua Panitia Handayani Bonsai Festival #2, Agus Enjonk, Rabu (09/09/2026) siang.
Anggaran sebesar Rp 364,7 juta yang setara dengan Dana Desa Reguler yang diterima sebagian Kalurahan dalam setahun ini disebut oleh panitia masih kurang untuk membiayai pameran bonsai nasional yang telah selesai dilaksanakan.
Menurut Agus, jika uang sebesar Rp 364,7 itu telah habis untuk pembelian baju, sertifikat, sewa lokasi, sewa peralatan, pembelian piagam dan konsumsi. Bahkan pihaknya sampai harus nombok sebesar Rp 30 Juta.
“Dengan anggaran sebesar itu, saya merasa masih kurang. Untuk event pameran bonsai kelas nasional seperti ini seharusnya ada anggaran sebesar Rp 500 juta.” Ungkapnya.
Meski demikian, Handayani Bonsai Fast #2 telah dianggap sukses oleh Agus, lantaran banyaknya peserta dari luar DIY yang ikut meramaikan acara tersebut.
Baca juga: Terduga Pelaku Pencurian Kambing Diamankan di Pasar Hewan Ngawu Playen
“Ada peserta yang paling jauh itu dari Jambi mas. Bahkan dari Pantura juga ada.” Ucapnya.
Sementara Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Disparekrafpora Kabupaten Gunungkidul, Kurniasih,S.P.,M.PA saat dikonfirmasi menyampaikan jika anggaran untuk Handayani Bonsai Festival #2 berasal dari Dana Keistimewaan DIY.
“Anggaran berasal dari Dana Keistimewaan dan dilaksanakan sesuai peruntukannya,” terangnya.




