Kamis, Mei 7, 2026

FAKTA TERBARU

Ironis, Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Gunungkidul Berujung Damai

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)__// Dugaan tindakan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur terjadi di wilayah Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

Menurut desas-desus yang berkembang di kalangan masyarakat setempat, seorang remaja perempuan sebut saja Mawar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapatkan perlakuan tak pantas atau pelecehan seksual oleh tetangganya sendiri berinisial SP.


Baca Juga : Pria Tua di Rongkop Ditemukan Menggantung di Dalam Rumah


Berdasar penuturan tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya, jika peristiwa tersebut terjadi sekitar awal bulan April 2026 lalu, di rumah terduga pelaku.

“Menurut informasi, kejadiannya sekitar 4 mingguan ini.” Jelasnya.

Selama ini, Mawar tinggal serumah bersama ibunya, karena ayahnya merantau keluar pulau Jawa. Setiap kali ditinggal bekerja, Mawar selalu dititipkan di keluarga SP.

“Jadi anak atau korban ini dititipkan di rumah SP, dan terjadi perbuatan yang tak senonoh itu. Menurut kabar, SP merangkul dan memegang payu dara korban.” Ucapnya, Selasa (05/05/2026) siang.

Ironisnya, kasus dugaan pelecahan seksual tersebut kabarnya telah diselesaikan secara kekeluargaan, tanpa melibatkan lingkungan sekitar.

“Kabarnya sudah selesai. SP memberikan ganti rugi sejumlah uang damai kepada keluarga korban. Tapi juga tidak ada yang menyaksikan.” Tegasnya.

Tentu saja kasus ini menyisakan keprihatinan, ternyata predator seksual itu bisa berada justru di lingkungan yang kita anggap aman.


Baca Juga : Puluhan Kemasan Miras di Bangunharjo Diamankan Polisi


Perlu diketahui jika kekerasan seksual terhadap anak menurut WHO akan berdampak pada kesehatan mental anak yang menjadi korban. Karena umumnya pelaku kekerasan seksual dan korban hidup di satu lingkungan yang sama sehingga anak akan cenderung mengalami depresi, fobia, dan mengalami kecurigaan pada orang lain dalam waktu yang lama.


spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA