Selasa, Juli 14, 2026

FAKTA TERBARU

Puluhan Bilah Pusaka di Jamas di Balai Kalurahan Gari

Advertisementspot_img

GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _// Sebanyak 46 bilah pusaka di Jamas di Balai Kalurahan Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (14/07/2026) pagi.

Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya sekaligus memperkuat identitas budaya lokal seiring status Kalurahan Gari sebagai rintisan Kalurahan Budaya itu difasilitasi Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul melalui Dana Keistimewaan (Danais) DIY.


Baca Juga : Tabrakan di JJLS Girisubo, Satu Orang Dikabarkan Tak Sadarkan Diri


Nampak antusias warga yang mengikuti jamasan tosan aji itu sangat luar biasa. Hal tersebut terbukti dari laporan panitia yang semula hanya menyediakan kuota sebanyak 46 bilah pusaka untuk dijamas, namun jumlah pendaftar ternyata melebihi kapasitas yang telah disiapkan.

Dalam keterangannya Lurah Kalurahan Gari, Widodo mengatakan jika pelaksanaan jamasan tosan aji merupakan usulan Pemerintah Kalurahan Gari setelah melihat tingginya perhatian masyarakat terhadap pelestarian benda-benda pusaka peninggalan leluhur.

“Kalurahan Gari saat ini telah masuk dalam rintisan Kalurahan Budaya sehingga salah satu kegiatan yang kami dorong adalah jamasan tosan aji.” Ujarnya.

Menurut Widodo, tingginya antusiasme warga menjadi gambaran bahwa Kalurahan Gari memiliki banyak kolektor dan pecinta tosan aji yang selama ini belum terdata secara menyeluruh.

Dilanjut bahwa pemerintah kalurahan berencana memperluas pelaksanaan kegiatan agar lebih banyak masyarakat dapat mengikuti prosesi jamasan sekaligus membentuk wadah atau komunitas pelestari tosan aji di Kalurahan Gari.

“Ternyata kami baru mengetahui bahwa di Kalurahan Gari terdapat cukup banyak kolektor dan pecinta tosan aji. Ke depan kami berharap dapat membuka peluang lebih luas sehingga mereka bisa terwadahi dalam satu organisasi dan dapat melakukan berbagai kegiatan pelestarian budaya secara bersama-sama.” Imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Warisan Budaya Benda Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Eddy Sarjono menjelaskan bahwa jamasan tosan aji merupakan agenda rutin tahunan Dinas Kebudayaan yang didukung melalui Dana Keistimewaan DIY. Pada tahun 2026 ini, Dinas Kebudayaan menyiapkan sepuluh paket kegiatan jamasan yang akan dilaksanakan di berbagai wilayah di Kabupaten Gunungkidul.

“Kegiatan pertama dilaksanakan pada 9 Juli 2026 di tingkat kabupaten setelah Keraton Yogyakarta melaksanakan jamasan pusaka keraton pada 7 Juli. Sebagai Kabupaten Pusaka, pelaksanaan jamasan pusaka kabupaten memang dilakukan setelah prosesi di Keraton selesai dilaksanakan.” Jelasnya.

Ia menerangkan, prosesi jamasan tingkat kabupaten dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul dan diikuti pusaka milik pemerintah daerah, kapanewon, UPT, hingga masyarakat umum. Antusiasme peserta yang sangat tinggi membuat jumlah pusaka yang dijamas mencapai sekitar 70 hingga 80 bilah, melebihi kapasitas yang telah dipersiapkan panitia.

“Kami sebenarnya membatasi jumlah pusaka yang dijamas karena proses pengeringan membutuhkan waktu cukup lama. Namun karena masyarakat datang dari berbagai daerah dan antusiasmenya sangat tinggi, kami tetap berupaya melayani semaksimal mungkin.” Terangnya.

Usai pelaksanaan di Kalurahan Gari, rangkaian jamasan tosan aji akan berlanjut di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Gunungkidul, di antaranya Kalurahan Jepitu, Pulutan, Piyaman, Wonosari, serta beberapa lokasi lainnya.

Eddy berharap semakin banyak masyarakat berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya, baik berupa benda maupun tradisi yang menyertainya.

“Tosan aji bukan hanya sekadar benda pusaka, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan sejarah masyarakat. Karena itu, pelestariannya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar warisan leluhur ini tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.” Tambahnya.

Baca Juga : Diduga Tersenggol Pajero, Pengendara Motor T3w45 Terlindas Mikrobus di Jalan Jogja-Wates Bantul


Salah seorang peserta, dalang Ki Sumarno Purbo Carito, turut membawa delapan pusaka miliknya untuk dijamas di Balai Kalurahan Gari. Pusaka tersebut terdiri atas empat bilah keris dan empat tombak yang merupakan warisan leluhur keluarganya.

“Saya menjamaskan empat bilah keris dan empat tombak. Semua itu merupakan pusaka peninggalan leluhur. Saya ada banyak pusaka di rumah, tetapi karena kuota terbatas, saya hanya membawa delapan pusaka.” Ujarnya.

 

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA