BANTUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _// Peristiwa memilukan terjadi di sebuah kolam renang di wilayah Potorono, Banguntapan, Bantul, pada Minggu (21/6/2026) pagi. Seorang bocah perempuan berusia 6 tahun asal Raha, Katobu, Muna, Sulawesi Tenggara, berinisial SAA dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam kolam sedalam 1,2 meter. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Rajawali Citra guna mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya sudah tidak tertolong lagi.
Baca Juga : Polres Bantul Sita 216 Botol Miras: Gerebek Outlet 23, Pemukiman dan di Jalan Raya
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menyampaikan jika peristiwa itu terjadi ketika korban sedang bermain di area kolam, namun demikian tiba-tiba korban tenggelam
Petugas kepolisian dari Polsek Banguntapan yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan terbuka maupun tertutup serta mengumpulkan sejumlah keterangan dari para saksi di lapangan.
“Kami sangat menyayangkan terjadinya peristiwa ini dan menyatakan duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga korban. Berdasarkan laporan yang kami terima, korban berinisial SAA ini tenggelam di kolam nomor dua bagian barat yang memiliki kedalaman sekitar 1,2 meter, dimana saat itu kondisi kolam sebenarnya tengah diawasi oleh petugas penjaga.” Ujar Iptu Rita Hidayanto pada Senin (22/6/2026).
Lebih lanjut Rita menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan pemeriksaan para saksi di lokasi, termasuk seorang penjaga kolam bernama Sunardi dan petugas keamanan bernama Iswandi. Saat kejadian, Sunardi yang sedang berjaga di sekitar kolam barat tiba-tiba mendapatkan informasi dari pengunjung lain bahwa ada seorang anak yang tenggelam. Mengetahui hal tersebut, saksi langsung bergerak cepat mengangkat tubuh korban yang sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri menuju pintu masuk utama.
“Setelah korban berhasil dievakuasi dari dalam air ke area pintu masuk, petugas keamanan setempat bersama seorang petugas keamanan dari SPBU terdekat langsung berinisiatif membawa korban. Mereka memboncengkan korban menggunakan kendaraan roda dua untuk mengejar waktu agar korban segera mendapatkan penanganan medis secara intensif di Rumah Sakit Rajawali Citra.” Terangnya.
Pihak kepolisian mencatat bahwa korban tiba di instalasi gawat darurat rumah sakit sekitar pukul 10.20 WIB dalam kondisi tidak sadar dan denyut nadinya sudah tidak teraba. Tim medis yang dipimpin oleh dokter jaga, dr. Ataya, langsung melakukan tindakan darurat untuk menyelamatkan korban. Kendati demikian, takdir berkata lain karena pada pukul 10.29 WIB dokter menyatakan bahwa bocah malang tersebut telah meninggal dunia di hadapan pihak keluarga.
“Meskipun pihak rumah sakit sudah berupaya maksimal, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah tiba di rumah sakit. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara di lokasi kejadian, area kolam tempat korban tenggelam ternyata tidak terjangkau oleh kamera pengawas karena empat titik CCTV yang ada hanya menyorot gerbang masuk, loket tiket, kolam timur dan area seluncuran.” Ungkapnya.
Baca Juga : Ibu Muda di Ponjong Ditemukan G4ntung D1ri di Pohon Alpukat
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah pamannya di Perum GTA, Glagah, Tamanan, Banguntapan, Bantul untuk disemayamkan sementara. Pihak keluarga memutuskan untuk langsung menerbangkan jenazah korban kembali ke kampung halamannya di Sulawesi Tenggara agar bisa segera dimakamkan oleh keluarga besar di sana.
“Jenazah korban diberangkatkan dari rumah duka menuju Bandara YIA di Kulon Progo dan selanjutnya diterbangkan menuju Makassar sebelum nantinya melanjutkan perjalanan ke rumah duka di Muna, Sulawesi Tenggara.” Pungkasnya.





















