GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)__//Hari pertama penyaluran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di Kabupaten Gunungkidul menuai keluhan dari sejumlah orang tua dan wali murid. Menu makanan kering yang dibagikan kepada siswa dinilai kurang dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah.
Salah satu orang tua siswa di wilayah kapanewon Wonosari yang enggan disebut namanya, mengunggah story whatsapp (SW) yang membandingkan perbedaan menu MBG di dua sekolahan dasar (SD) berbeda di wilayahnya.
Dalam foto yang diunggah di SW diberi narasi, “MBG hari ini sama-sama di Wonosari, yang sebelah kiri pakai susu-telur, yang sebelah kanan sak tekane (seadanya), Anggarane sama,, hadewh…”
Berdasar foto yang diunggah memang terlihat perbedaan yang mencolok. Salah satunya mendapatkan menu berupa satu roti, sebutir telur, satu buah pisang, sebungkus kecil kacang koro, dan susu UHT dengan harga per porsi diperkirakan lebih dari Rp 10 ribu.

Sementara menu di sekolah yang satunya berupa satu roti, satu buah pir, sebungkus kecil kacang kapri, satu roti kukus dengan perkiraan harga kurang dari Rp 10 ribu, dan komposisi tersebut belum mencerminkan asupan gizi yang memadai bagi anak-anak.
Keluhan serupa juga disampaikan orang tua wali murid di salah satu sekolah di Kapanewon Playen, jika hari ini Senin, (23/02/2026) anaknya pertama kali mendapatkan menu MBG selama bulan Ramadhan. berupa satu roti, sebungkus kecil kacang, satu telur rebus, dan satu buah jeruk.
“Tadi dapat MBG dan dibawa pulang karena anak saya berpuasa. Isinya roti, kacang, telur, dan buah jeruk, “ujarnya.
Ia mengaku terkejut dengan menu yang diterima anaknya, para wali murid juga mempertanyakan besaran anggaran per porsi yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 15 ribu. Mereka menilai menu yang diterima siswa jauh dari nilai nominal tersebut.
“Hitung sendiri saja, menurut saya kok jauh dari nominal yang ditetapkan pemerintah,” tambahnya.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah, dengan anggaran yang ditetapkan sekitar Rp 15 ribu per porsi. Namun, pada pelaksanaan perdana di bulan Ramadan ini, penyesuaian menu berupa makanan kering justru memunculkan tanda tanya di kalangan orang tua.





