Rabu, Oktober 20, 2021
spot_imgspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Suku Baduy Didatangkan Untuk Mengurangi Populasi Monyet Ekor Panjang di Gunungkidul.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SAPTOSARI, (Fakta9.com)__//Serangan monyet ekor panjang (MEP) memang dirasa sangat meresahkan bagi para petani khususnya di wilayah selatan Gunungkidul. Pasalnya, serbuan hewan liar tersebut seringkali merusak tanaman hingga menyebabkan petani merugi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DI Yogyakarta melibatkan Suku Baduy untuk mengurangu MEP di Gunungkidul.

Baca Juga: Wisata Pantai Masih Tutup, Banyak Wisatawan Harus Putar Balik

Polisi Hutan Suaka Margasatwa (SM) Paliyan, Agus Sunarto mengatakan jika, D.I Yogyakarta mendapat kuota untuk menangkap 300 ekor monyet liar dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“Dan semuanya difokuskan di Gunungkidul. Untuk mengurangi populasi monyet ekor panjang.” jelasnya

Menurut Agus, hingga saat ini populasi monyet ekor panjang di Gunungkidul sudah menyebar di 16 kapanewon. Sehingga untuk mengurangi jumlah populasi tersebut, tim dari Baduy disebar disejumlah titik yang menurut pemetaan memiliki jumlah MEP besar.

Diharapkan dengan upaya penangkapan tersebut, hewan-hewan liar tersebut (MEP) tidak lagi merusak maupun menyerang tanaman para petani.

Sementara, perwakilan dari Suku Baduy, Dudung mengatakan sudah sekitar dua minggu ini berada di Gunungkidul untuk menangkap MEP dengan menggunakan jaring sebagai media pengumpulan monyet.

Baca Juga: Bupati Gunungkidul Hadiri Peringatan Ke 61 Undang-Undang Pokok Agraria

“Monyetnya kan menyebar, kemudian kita kepung dengan jaring kemudian kita persempit untuk ditangkap dengan tangan kosong,” kata Dudung.

Namun begitu, ia mengatakan juga menggunakan ritual khusus jika memang ditemukan masalah dalam menangkap monyet ekor panjang.


Redaksi_fakta9.com

FAKTA TERBARU

JANGAN LEWATKAN