GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _//-Perayaan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 dilaksanakan cukup sederhana di Kawasan Pantai Sepanjang, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (31/12/2025) malam.
Refleksi malam tahun baru diisi doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh lima pemuka agama dari Forum Lintas Iman, dengan memohon keselamatan bagi bangsa dan negara.
Baca juga: Mancing di Sungai Oya, Seorang Pemuda Tewas Tenggelam
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga menggalang donasi untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra.
“Tanpa ada pesta kembang api seperti arahan Bapak Kapolri dan akan kita gunakan sebagai refleksi untuk berdoa kepada seluruh anak bangsa dan negara kita supaya diberi keselamatan, termasuk juga masih kita lanjutkan donasi,“ kata Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.
Total donasi yang terkumpul sebanyak Rp 721 Juta, dan akan disalurkan ke wilayah Tapanuli Tengah.
Dalam acara tersebut, Bupati Gunungkidul juga meluncurkan laman panduan berwisata di wilayah Gunungkidul yang bertajuk “Gunungkidul Vibes of Paradise“, dan meresmikan jalan sepanjang 500 meter serta bangunan kios di kawasan pantai Sepanjang.
“Harapan kami setelah ini ditata nanti Pantai Sepanjang ini pantai yang ramah dengan wisatawan,” terangnya.
Baca juga: Diduga Menjadi Korban Tabrak Lari Pemotor Dikabarkan Meninggal Dunia
Kebijakan Larangan Pesta Kembang Api Pada Perayaan Malam Tahun Baru
Meski sudah ada kebijakan larangan pesta kembang api pada perayaan tahun baru 2026 oleh Kapolri, namun tetap saja ada yang melanggar larangan tersebut.
Tak sedikit masyarakat yang berkunjung dikawasan pantai Sepanjang, saat detik-detik pergantian tahun baru tetap menyalakan kembang api.

Padahal kebijak Kapolri ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi nasional dan situasi bencana yang tengah melanda Sumatra sekaligus bentuk duka cita bersama yang dirasakan selurah raktat Indonesia atas penderitaan saudara-saudara disana.













