Minggu, Januari 4, 2026

FAKTA TERBARU

Menyingkap Jejak Penari Tayub (2)

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

 


Semin,(Fakta.com)–//Anggapan atau asumsi Masyarakat bahwa menjadi Penari Tayub identik sebagai perempuan yang tidak benar atau mesum tidak selamanya selalu benar. Karna sejatinya didalam tarian tayub banyak kandungan nilai-nilai budaya yang adiluhung,bahkan tayub diyakini memiliki kandungan nilai agamis, dimana pada abad ke 15 tokoh agama Abduk Guyer Bilahi menggunakan tayub sebagai media syiar Islam di pesisir utara Jawa.

Ketika Media Fakta9 mencoba mengikuti perjalanan pemetasan tayub ke daerah Purworejo tepatnya di dusun Dondong kalurahan Ngasinan Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo dimana hari itu grup Tayub dari Dusin Badongan Kalurahan Karangsari Kapanewon Semin diundang dalam acara bersih dusun yang penduduknya masih kental dengan adat istiadat leluhur yang dilestarikan hingga saat ini.

Perjalanan yang ditempuh selama hampir 3 jam dengan menyewa armada minibus membawa sejumlah personel yang terdiri penari dan pengrawit.
Purwanti salah satu penari tayub tersebut menjelaskan jika memang menjadi penari tayub sudah matapencaharianya.

“Sudah hampir 18 tahun saya menjadi penari,  dari hasil nari itu saya bisa menyekolahkan anak, membangun rumah dan bisa ngumumi didalam hidup bermasyarakat” ujar perwanti.

Ketika disinggung mengenai pandangan minus Masyarakat terhadap julukan “ledek” Purwanti hanya tersenyum, dia menjelaskan jika bukan profesinyalah yang patut disalahkan jika ternyata memang ada yang demikian,toh pada kenyataanya bahkan dari semua kalangan bisa saja menjadi orang yang tidak benar tergantung pada manusianya itu sendiri.

Acara pementasan dilaksanakan setelah Kamituo atau yang di tuakan di dusun tersebut selesai berziarah dari makam leluhur.
meskipun acara dibatasi hanya beberapa jam karena masih diterapkanya masa PPKM tetapi tetap berlangsung dengan cukup meriah, para pengibing menari dg sopan dan menerapkan protokol kesehatan.

 

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA