GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _// Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Bersatu Untuk Keadilan dan Kemanusiaan (GEBUKK) mendatangi Kantor BRI Cabang Wonosari pada Senin (09/02/2026) siang. Kedatangan mereka untuk menolak rencana lelang tanah milik anggota kelompok UMKM yang berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Baca Juga : Listrik Sering Padam, PLN Wonosari Diminta Tingkatkan Pelayanan
Disampaikan oleh koordinator GEBUKK, Walgito jika saat pandemi Covid-19 yang lalu ada tiga anggota UMKM dari Wonosari mengalami gagal bayar kredit di BRI Wonosari. Akibatnya agunaan milik mereka dilelang oleh bank.
“Agunan milik Rujiyono dan Muryanto sudah dilelang oleh Bank beberapa waktu lalu. Saat ini Bank BRI berencana akan melelang agunan milik Sukrisno Wijayanto.” Ucapnya.
Walgito menyebut proses lelang yang dilakukan pihak Bank BRI Wonosari sangat merugikan nasabah dan sudah bertentangan dengan kebijakan pemerintah.
“Ini dzolim, bagaimana mungkin sebuah gudang dengan harga dua setengah milyar dilelang Rp 700 juta.” Terangnya.
Bahkan ada salah satu aset yang dilelang, menurut Walgito dimenangkan oleh keluarga dari salah satu anggota lembaga keuangan.
Baca Juga : Putus Rantai Tengkulak: Polres Gunungkidul Siap Fasilitasi Modal KUR dan Serapan Bulog bagi Petani Jagung
Setelah dilakukan mediasi antara perwakilan warga dan pejabat BRI Wonosari, akhirnya ditemukan kesepakatan.
“Hari ini hasinya alhamdulillah pihak Bank akan membatalkan rencana lelang. Dan akan ada negosiasi pembatalan aset yang sudah dilelang.” Pungkasnya.





