GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _// Ratusan hewan ternak mulai dari kambing hingga sapi diarak atau dikirabkan dari Balai Padukuhan Mojo sampai Balai Padukuhan Semuluh Lor, Selasa (14/10/2025) siang.
Kirab Rajakaya tersebut merupakan adat budaya nenek moyang yang dikemas dalam Upacara Adat Gumbregan. Selain hal tersebut, Kirab Rajakaya juga merupakan acara promosi Kampung Hanacaraka di Kalurahan Ngeposari, Semanu.
Baca Juga : Elsa dan David Resmi Menjadi Dukuh
Lurah Kalurahan Ngeposari, Ciptadi menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan kali pertama diselenggarakan Pemerintah Kalurahan Ngeposari.
“Pada tahun 2025 ini merupakan kali pertama kami menyelenggarakan Kirap Rajakaya. Dengan kegiatan ini, kami juga ingin mengenalkan lebih dekat Kampung Hanacaraka kepada masyarakat.” Jelasnya.
Ciptadi mengatakan jika kegiatan ini diikuti 19 Padukuhan yang berada di Kalurahan Ngeposari.
“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi, mereka dengan suka rela membawa hewan ternaknya untuk dikirapkan, semoga kedepan kegiatan seperti ini dapat berjalan terus dan lancar.” Ujarnya.
Dirinya menyebut jika Gumbregan merupakan ucapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia limpahan rejeki atas hasil ternak yang berlimpah.
“Gumbregan adalah adat tradisi nenek moyang, hari ini kami memperingatinya dengan mengucap syukur kepada Tuhan.” Tandasnya.
Baca Juga : Tengah Malam, Pria Paruh Baya Ditemukan Menggantung di Blandar Dalam Rumah
Terpisah, Panewu Kapanewon Semanu, Emmanuel Krisno Juwoto berharap kegiatan budaya seperti ini dapat berlangsung terus setiap tahunnya dan Pemerintah Kalurahan Ngeposari mampu menetapkan tanggal Kirap Rajakaya dengan tujuan dapat dijadikan wisata minat khusus.
“Kalurahan Ngeposari saat ini berpredikat Desa Mandiri Budaya, maka dengan kegiatan Kirab Rajakaya dalam rangka Gumbregan dapat dijadikan event tahunan.” Ujarnya.













