Jumat, Juni 21, 2024
spot_imgspot_img

FAKTA TERBARU

Jumlah Korban Meninggal Dalam Kecelakaan Bus di Bukit Bego Bertambah, Polisi Lakukan Olah TKP

Advertisementspot_imgspot_img
Advertisementspot_imgspot_img

Bantul, DIY, (Fakta9.com)__// Satu orang penumpang Bus Pariwisata Saestu Trans yang alami kecelakaan di tikungan Wanagama bawah Bukit Bego, Kedung Buweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul, meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit.

“Hingga hari ini total ada 3 penumpang yang meninggal dalam insiden kecelakaan tersebut.” Jelas Kasi Humas Polres Bantul I Nengah Jeffry. 

Lebih lanjut disampaikan oleh Jeffry, jika Sat Lantas Polres Bantul bersama Unit Gakkum Polda DIY melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Jumat (9/2/2024) siang.


Baca Juga : Penasehat Hukum 2 Terdakwa Kasus Mutilasi Mahasiswa UMY, Inginkan Pasal 340 KUHP Tidak Dijadikan Dasar Tuntutan


Dalam olah TKP yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda DIY, AKBP Sugiyanta, kepolisian menggunakan Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengungkap penyebab kecelakaan tunggal yang merenggut tiga korban jiwa tersebut.

Berdasarkan analisis sementara, kendaraan itu mengalami rem blong saat melewati jalanan menurun.

AKBP Sugiyanta menjelaskan, dari keterangan sopir dan olah TKP sementara sebenarnya kendaraan tersebut dalam keadaan prima.

“Dari atas (Mangunan) kendaraan tersebut semuanya berfungsi normal. Namun sekitar satu kilometer sebelum kejadian kendaraan sempat mengalami kendala. Di mana kala itu, bus tiba-tiba blank semua, rem tangan ataupun rem kaki tak berfungsi dengan baik. Sopir dan kernet sudah tidak bisa berbuat banyak karena kendaraan meluncur tak terkendali. Sekitar 500 meter sebelum kejadian sopir membanting stir ke kiri karena di kanan jalan ada tebing.” Paparnya.

Usai banting stir ke kiri, Bus kemudian terpelanting dan ambruk ke kiri. Saat itu sopir bersama kernet sudah bisa keluar dan meminta agar para penumpang segera keluar dari bus. Namun ketika berusaha meminta penumpang keluar, tiba-tiba bus merosot sekitar 55-60 meter. Bus baru berhenti di lokasi terakhir tersebut.

Lebih lanjut, penanganan kasus kecelakaan tunggal bus rombongan wisatawan asal Sukoharjo ini ditangani langsung oleh Ditlantas Polda DIY dan Polres Bantul.


Baca Juga : Penasehat Hukum 2 Terdakwa Kasus Mutilasi Mahasiswa UMY, Inginkan Pasal 340 KUHP Tidak Dijadikan Dasar Tuntutan


Disampaikan, pihaknya memang sengaja menurunkan alat TAA untuk memberikan gambaran secara langsung kecelakaan tersebut. Karena alat TAA ini memiliki kemampuan untuk menggambar situasi dengan Animasi ketika sudah melihat lokasi kejadian.

“Kami membawa alat TAA untuk memastikan apakah ini (laka bus Saestu Trans itu) kelalaian sopir atau ada trouble pada kendaraan.” Ungkapnya.

Dalam olah TKP tersebut pihaknya juga menghadirkan sopir dan kernet bus naas itu.


 

Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA