Sabtu, Januari 3, 2026

FAKTA TERBARU

Endah Monitoring Pembangunan Infrastruktur Tahun 2025

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _// Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap berbagai proyek infrastruktur tahun anggaran 2025. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih dan OPD terkait, turun langsung ke lapangan meninjau sejumlah titik pembangunan yang tersebar di beberapa Kapanewon.


Baca Juga : Gunungkidul Raih Juara III Paritrana Award DIY 2025


Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Padukuhan Prigi, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus atas nama Pawirodimin. Rehabilitasi ruas jalan Mojosari Jetis di Kapanewon Saptosari, pembangunan talud ruas jalan Temuireng I di Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, pembangunan jaringan irigasi air tanah di Banaran, Kapanewon Playen, serta pembangunan pendopo Kapanewon Playen.

Bupati menyampaikan bahwa tinjauan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan tepat waktu, tepat biaya, dan tepat mutu.

“Justru kami ke lapangan untuk memastikan semua on time, on cost, dan on performance, tepat waktu, tepat biaya, dan performanya baik. Termasuk proyek yang masih dalam masa pemeliharaan, kita pastikan hasilnya benar-benar bagus.” Ucapnya.

Bupati juga menuturkan bahwa kunjungan kali ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Gunungkidul memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai target dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Tadi kami meninjau lokasi jaringan irigasi air tanah di Banaran, Playen. Respon penerima manfaat luar biasa karena air adalah sumber kehidupan. Kemudian kami juga ke ruas jalan Jetis, Temuireng, RTLH di Prigi Sidoharjo Tepus, dan rehab pendopo Kapanewon Playen.” Ujarnya.

Selain memantau proyek yang telah berjalan, Bupati juga mengingatkan agar masyarakat ikut aktif menjaga hasil pembangunan.

“Kalau masih ada jalan rusak, lampu jalan mati, atau rumah tidak layak huni, segera lapor ke Lurah atau Panewu agar bisa ditindaklanjuti. Warga harus ikut terlibat dalam pembangunan.” Ungkapnya.

Bupati menambahkan jika setiap Bupati dan Wali Kota pada tahun 2025 diwajibkan mengawal program prioritas Nasional.

“Karena itu kami turun langsung ke lapangan supaya tahu betul kondisi dan prioritas yang harus diputuskan. Pemerintah tidak boleh salah sasaran.” Tandasnya.

Baca Juga : Dua Kendaraan Adu Banteng di Jalan Jogja-Wonosari


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto menyampaikan bahwa capaian dan progres sejumlah program. Untuk RTLH di tahun 2025 terdapat 246 unit rumah yang dibiayai dari APBD murni dan seluruhnya telah selesai.

“Setiap unit RTLH senilai Rp 20 juta dari APBD dan swadaya masyarakat masing-masing nilainya berbeda ,salah satunya di Tepus tadi sekitar Rp 20,7 juta. Di Kapanewon Tepus ada empat unit yang sudah rampung dengan ukuran rumah sekitar 35 hingga 77 meter persegi.” Jelasnya.

Untuk pembangunan jalan, salah satu ruas yang diselesaikan tahun ini adalah ruas jalan Girisekar–Temanggung di Kapanewon Panggang dengan total anggaran Rp 475 juta sepanjang 228 meter. Proyek ini dilaksanakan oleh CV Jati Makmur dan kini masuk masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

Di lokasi lain, pembangunan talud ruas jalan Panggang Temuireng juga telah rampung pada Agustus 2025 dengan anggaran Rp199 juta sepanjang 123 meter. Talud ini berfungsi memperkuat struktur jalan Kabupaten agar tidak mudah tergerus air.

Untuk pembangunan Pendopo Kapanewon Playen, progresnya telah mencapai 20,67% dengan nilai kontrak Rp 607 juta. Selain pendopo, pekerjaan juga mencakup rehabilitasi lantai musala dan area parkir.

“Pekerjaan ini merupakan paket strategis daerah yang didampingi Kejaksaan Negeri. Target kami selesai pada 26 Desember 2025.” Ujarnya.

Baca Juga : Hendak Bobol Rumah di Perum Panggungharjo Residence, Dua Orang Luar DIY Diamankan Warga


Terkait irigasi air tanah, tahun ini Kabupaten Gunungkidul memperoleh 35 titik pekerjaan dari program Inpres Irigasi melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, masing-masing senilai Rp 1,8 miliar.

“Ada 20 titik sumur baru dan 15 titik rehabilitasi jaringan. Tahun depan direncanakan tambahan 253 unit. Dan juga kami menargetkan perbaikan 56 ruas jalan Kabupaten dalam rangka peningkatan layanan dasar infrastruktur.” Imbuhnya.

 

Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Advertisementspot_img

BACA JUGA