Kamis, Mei 26, 2022
spot_imgspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Dukung Pengembangan Destinasi Wisata di Ngoro-oro, Mahasiswa KKN-PPM UGM Adakan Pelatihan Bagi Pokdarwis

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

PATUK, (FAKTA9.COM)__//Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul memiliki berbagai destinasi wisata yang sangat berpotensi seperti Air Terjun Jurug Gedhe, Tebing Batik, Lembah Menara, Lambe Pereng, dan Warung Pinggir Sawah Mbendo.

Namun, destinasi wisata ini belum dikembangkan sesuai dengan potensinya karena adanya keterbatasan yang ada.

Sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat di wilayah Kalurahan Ngoro-oro untuk mengembangkan wilayahnya sebagai desa wisata, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Periode I tahun 2022 dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi, S.S., M.A., M.M., C.H.E. melakukan Pelatihan dengan menyasar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).


Baca Juga : Gunakan Metode Big Book, Cara Pendidik Menjadikan Siswa Madrasah Kembangkan Kreativitas Belajar


“Kami (Mahasiswa KKN-PPM UGM) telah mengadakan acara Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Luka dan Perdarahan serta cara melakukan Bantuan Hidup Dasar pada akhir bulan Maret Lalu.” Hal tersebut disampaikan oleh salah satu Mahasiswa Fakutas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FKUGM), Amira Maitsa Pratomo, Minggu (24/04/2022)

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan materi serta keterampilan kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang ada di Kalurahan Ngoro-oro agar dapat melakukan pertolongan pertama apabila nantinya ada wisatawan yang membutuhkan pertolongan di lokasi wisata.

Menurut Amira, pelatihan ini dirasa sangat penting, mengingat Pokdarwis di Ngoro-oro belum memiliki Standar Operational Prosedur (SOP) bencana serta belum memiliki Kotak P3K.

“Dengan dilengkapi adanya peralatan P3K yang memadai, serta pelaku wisata dalam hal ini Pokdarwis sudah memiliki keahlian dalam pertolongan pertama terhadap luka dan perdarahan serta bantuan hidup dasar, pastinya wisatawan juga akan lebih merasa tenang dan nyaman ketika berwisata alam di wilayah sini.” terangnya.

Selain mengadakan pelatihan, Amira menjelaskan jika ia bersama rekan-rekannya berinisiatif untuk melakukan pengadaan kotak-kotak P3K di berbagai destinasi wisata di wilayah Kalurahan Ngoro-oro.

Dan isi dari kotak P3K ini dipastikan memenuhi kebutuhan dasar untuk pertolongan pertama.

“Dengan adanya pelatihan serta kelengkapan P3K ini nantinya diharapkan desa wisata Kalurahan Ngoro-oro tidak hanya menonjolkan keindahan alamnya saja, tapi lebih mengutamakan keselamatan pengunjung atau wisatawan.” harapnya.

Baca Juga : Tahun Ajaran Baru 2022, Pancasila Menjadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah


Sementara salah seorang anggota Pokdarwis, Giyanto menyampikan jika dengan adanya pelatihan yang diadakan oleh KKN-PPM UGM ini dirasa sangat bermanfaat.

“Kami selaku pengurus desa wisata sangat terbantu dengan pelatihan ini karena kasusnya sering kami temui sehari-hari dan kami juga belum pernah mendapat ilmu ini sebelumnya.” Ujar Giyanto

 

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

FAKTA TERBARU

JANGAN LEWATKAN