GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)__//Nasib pilu dialami Bunga (nama samaran) seorang remaja putri warga Kalurahan Banyusoco, Playen, Gunungkidul. Gadis berusia 15 tahun yang baru saja lulus pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini menjadi korban pencabulan hingga hamil. Mirisnya lagi, pelaku pencabulan masih merupakan kerabat dekat Bunga sendiri.
“Menurut pengakuan dari korban, (terduga) pelakunya T (54), yang masih kerabat dekat dari Bunga,” Terang Lurah Banyusoca, Damanhuri saat di konfirmasi Minggu (23/11/2025).
Baca juga: Kelamaan Ngecas Power Bank Hingga Meledak, Bangunan Rumah Hangus Terbakar
Terbongkarnya kasus dugaan pencabulan ini berawal dari kecurigaan keluarga Bunga yang melihat perubahan fisik dan perilaku korban.
“Saudaranya curiga karena korban sering muntah dan meminta makanan yang aneh-aneh seperti orang ngidam. Lalu dipriksakan ke Bidan,” Ujarnya.
Berdasar hasil pemeriksaan Bidan setempat, Bunga tengah berbadan dua. Dan usia kehamilannya sudah jalan 3 bulan.
Setelah diinterogasi keluarga tentang kehamilannya, Bunga mengaku jika pelaku pencabulan itu adalah T.
Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Jalan Parangtritis, Tiga Mobil Rusak Ringsek
“Menurut pengakuan korban, ia dipaksa melayani nafsu bejat T. Kejadiannya pada Bulan Agustus 2025, saat rasul Banyusoca,” ungkapnya.
Secara silsilah dalam keluarga, hubungan antara Bunga dan T ini adalah Cucu dan kakek.
“Masih saudara dekat, T adalah simbah (kakek) ipar dari korban,” jelasnya
Setelah kabar kehamilan Bunga menyebar, kakek bejat itu menghilang (kabur), dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Lebih lanjut disampaikan Damanhuri, jika sekitar tahun 2023 lalu, ketika masih duduk di kelas 2 SMP Bunga ditinggal orang tuanya untuk merantau ke pulau Sumatra tepatnya di Kota Medan. Sejak saat itu ia tinggal bersama neneknya di wilayah Banyusoco.
Saat ini kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur tersebut ditangani oleh Unit PPA Polres Gunungkidul.













