YOGYAKARTA, DIY (FAKTA9.COM)_ _// Dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang terjadi di sebuah daycare di Yogyakarta telah memicu gelombang keprihatinan yang meluas di tengah masyarakat.
Insiden tersebut menjadi peringatan keras bagi seluruh orang tua untuk tidak lagi hanya terpikat oleh janji manis atau biaya murah dalam memilih tempat penitipan anak, terutama bagi balita yang sangat rentan.
Baca Juga : Ibu Anak Terseret Ombak Pantai Sundak Gunungkidul
Dalam konferensi pers yang digelar pada hari Minggu (26/04/2026) di kantor Advokat Eshar dan Rekan, Yusuf Randie selaku Ketua Dopper Shooting Club sekaligus Direktur kantor Advokat tersebut mengutuk dengan tegas perilaku oknum pengasuh yang diduga melakukan tindakan tidak terpuji. Yusuf menyatakan bahwa tindakan tersebut menunjukkan hilangnya hati nurani dalam menjaga anak-anak yang dipercayakan.
“Para pengelola daycare, mulai dari ketua yayasan, kepala sekolah hingga pengasuh, telah mendapatkan amanah yang sangat berharga dari orang tua. Namun justru mereka mengecewakan bahkan membahayakan keselamatan anak.” Ujarnya.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa, setiap bentuk kekerasan terhadap mereka harus mendapatkan konsekuensi hukum yang berat.” Ungkapnya.
Yusuf Randie juga menyampaikan permintaan langsung kepada pihak Polresta Yogyakarta serta Polda DIY untuk segera melakukan penyelidikan mendalam dan menyeluruh.
“Semua pihak yang terlibat harus diteliti tuntas agar keadilan dapat ditegakkan bagi korban dan keluarga.” Jelasnya.
Yusuf juga memberikan panduan penting bagi orang tua dalam memilih tempat penitipan anak, yaitu bagi orang tua untuk tidak tergiur janji atau biaya murah.
“Pastikan tempat tersebut memiliki izin operasional yang jelas dan resmi. Kedua, cek lingkungan sekitar dan tanya langsung kepada warga mengenai reputasi tempat tersebut.” Imbuhnya.
Baca Juga : Kabar Duka!! Ulu-Ulu Kalurahan Wareng Tutup Usia
Sementara itu, Ayup Oktavian Putra Bahtiyar selaku perwakilan YLBH Dopper menyampaikan bahwa faktor keamanan dan kenyamanan tidak boleh diabaikan.
“Orang tua harus memastikan fasilitas aman dan lingkungan mendukung kesehatan psikologis anak. Pengawasan tidak boleh pernah putus, baik di daycare, keluarga, maupun tetangga.” Tegasnya.





















