GUNUNGKIDUL, DIY (FAKTA9.COM)_ _// Menindaklanjuti arahan Mabes Polri dalam memperkuat ketahanan pangan Nasional, Polres Gunungkidul berkomitmen penuh mengawal ekosistem pertanian jagung pakan ternak di wilayah Bumi Handayani. Langkah ini diambil untuk memastikan petani binaan Polri mendapatkan kesejahteraan maksimal melalui akses permodalan yang mudah dan harga jual yang stabil.
Baca Juga : Tabrak Tiang Listrik di Depan Mako Polsek Tepus, Warga Gembuk Dikabarkan Meninggal Dunia
Upaya tersebut selaras dengan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin oleh Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri, Brigjen Pol. Langgeng Purnomo, secara daring pada Jum’ at (6/2/2026), yang juga diikuti oleh jajaran Polres di seluruh Indonesia.
Salah satu tantangan utama petani jagung di Gunungkidul adalah kendala permodalan yang sering kali membuat mereka terjebak pinjaman non-formal atau tengkulak. Polres Gunungkidul akan bertindak sebagai jembatan antara Kelompok Tani (Poktan) dengan perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Melalui Bhabinkamtibmas dan Gugus Tugas Ketahanan Pangan, Polres akan melakukan pendampingan manajerial agar petani dapat mengakses modal tersebut untuk memperluas lahan dan meningkatkan produksi.” Ucap Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa.
Untuk memutus rantai tengkulak yang kerap membeli hasil panen dengan harga rendah, Polres Gunungkidul akan memastikan hasil panen petani diserap oleh Perum Bulog.
Sesuai dengan kebijakan pemerintah tahun 2026, Bulog menargetkan pengadaan jagung sebanyak 1 juta ton untuk Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dengan harga beli yang kompetitif.
“Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni sebesar Rp6.400 per kilogram. Kami tidak ingin petani di Gunungkidul merugi karena permainan harga di lapangan.” Tegas AKBP Damus Asa.
Baca Juga : Polisi Dalami Perkara Kejahatan Jalanan di Depan Rumah Pak Carik, Enam Orang Remaja Telah Diamankan
Selain urusan modal dan harga, Polres Gunungkidul juga akan fokus pada pendampingan pengembangan lahan tidur. Dengan pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif, diharapkan produksi jagung nasional dapat meningkat, menyusul keberhasilan Indonesia pada tahun 2025 yang berhasil tanpa impor jagung untuk pabrik pakan ternak.
“Melalui sinergi antara Polri, Kementan, Bulog, dan sektor perbankan, Polres Gunungkidul optimis dapat menciptakan ekosistem pertanian yang sehat, membebaskan petani dari jeratan tengkulak, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat petani secara berkelanjutan.” Imbuhnya.





