Senin, Agustus 15, 2022
spot_imgspot_img
Advertisementspot_img
Advertisementspot_img

FAKTA TERBARU

Menjelang Hari Qurban, Penyebaran PMK Menyebabkan Harga Sapi Turun Drastis

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

GUNUNGKIDUL,(Fakta9.com)_ _//Seiring mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pedagang keluhkan harga jual Sapi terus mengalami penurunan. Bahkan saat ini penurunan harga sudah mencapai 2 hingga 3 juta rupiah per ekornya.

Hal yang sama juga terjadi pada penjualan kambing yang awalnya harganya bisa mencapai 1,5 sampai 3 juta rupiah, saat ini harganya turun menjadi 1 juta hingga 2,5 juta rupiah.


Baca Juga : Satu Tahun Mengonsumsi Obat Terlarang, Mantan Anggota DPRD Gunungkidul Ditahan Polisi


Padahal, menjelang hari raya qurban seperti saat ini biasanya para pedagang mendapatkan keuntungan lebih dari hasil jualan Sapi dan Kambing.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Wasono menerangkan berdasar hasil monitoring di sejumlah pasar, penurunan harga hewan yang cukup drastis terjadi pada hewan yang terindikasi mengidap PMK.

“Hewan ternak yang terpapar PMK mengalami penurunan harga dikisaran 2 juta hingga 3 juta dari harga modal, sementara untuk hewan yang tidak terpapar harganya masih relatif stabil, dari pedagang yang penting harga kulakan bisa kembali modal sudah cukup,” Tuturnya.

Sementara Analisis Kebijakan Ahli Muda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul Sigit Haryanto, SP menyampaikan jika permintaan daging sapi di Kabupaten Gunungkidul mengalami penurunan hingga 30%. Sehingga hal itu juga berpengaruh terhadap harga daging sapi.

“Harga daging sapi yang semula Rp 130 ribu/kg kini menjadi Rp 125 ribu/kg.” terangnya.

Menurut Sigit, hal itu karena para calon pembeli kini mulai merasa ragu dan cemas, karena adanya penyakit mulut dan kuku yang melanda di sejumlah daerah.


Suryono_Fakta9.com

spot_img
spot_img

FAKTA TERBARU

JANGAN LEWATKAN